Friday, July 10, 2009

TOO DIRTY TO BE TRUE

Bokep atau film biru (yang homo, tentu saja) adalah salah satu must-have-item dalam kehidupan gay. Bagaimana tidak, di samping untuk memanjakan mata kita akan pretty-boy berwajah tampan, berbadan menggiurkan, dan berpenis menggairahkan, bokep juga memperkaya pengetahuan kita akan gerakan, teknik, maupun variasi bercinta. Lihatlah bagaimana mereka (pemain bokep) beraksi. Mulai dari gaya bercinta yang biasa-biasa saja sampai teknik bercinta yang di luar kebiasaan, semua mereka lakukan dengan piawai yang karenanya membuat kita terinspirasi.

Namun demikian, harus di sadari betul bahwa tidak semua yang mereka lakukan dalam film biru dapat kita aplikasikan dalam kehidupan seksual kita sehari-hari. Beberapa hal memang hanya terlihat bagus dalam film. Ketika kita mencoba mempraktikkannya, ada suara dalam kepala kita berkata, “God, I’m a total slut! What did I do?” Dan karenanya kita pun urung melanjutkannya. Ya, kita tidak harus memaksakan diri mewujudkan semua fantasi seks yang ada dalam dunia imaji kita, bukan?

Berikut beberapa hal yang kita dapat dari bokep gay yang well, let’s say too nasty to be true.

Out Door Sex
Katanya, seks di luar ruangan memberikan sensasi tersendiri. Hal tersebut akan menambah ketegangan (takut diketahui orang lain) saat melakukan seks. Beberapa gay memang berkarakter eksibisionis sehingga ia tidak terlalu mempermasalahkan manakala ada orang lain menyaksikannya melakukan seks. Namun perlu diingat bahwa kita tinggal di negara yang menempatkan seks sebagai aktivitas privat yang harus dilakukan secara tertutup. FYI; ketika pemain bokep itu melakukan shooting seks di luar ruangan, lokasi sekitar telah di setting sedemikian rupa sehingga orang lain (di luar crew) tidak akan mengetahui aktivitas tersebut.

Sex With Tools
Bosan dengan aktivitas seks yang itu-itu saja? Well, sekarang telah diciptakan alat bantu seks (baca: dildo lubang anus buatan) dalam berbagai bentuk dan variasi. Ada yang berbentuk replika penis dan ada pula bentuk-bentuk lain seperti (penulis tidak tahu nama persisnya, jadi sebut saja) “kerucut silindris” dan “rantai bulatan” dalam ragam warna yang meriah. Beberapa pemain bokep bahkan menggunakan dildo dalam ukuran extra-large yang dalam logika kita tidak akan dapat masuk ke dalam lubang anusnya akan tetapi dia berhasil melakukannya. Dan kita hanya bisa berkata “Wow!” melihatnya. Sebagian gay berpendapat, “Kalau ada yang original, mengapa harus pakai yang palsu?” Well, I know a friend who has a dildo and he called Pinky.

Kinky Sex
Para pemain bokep kerap mengenakan outfit serba kulit dengan desain tertentu yang memungkinkan daerah pantat dan penis tetap terlihat. Tidak cukup dengan itu, mereka kerap menyematkan cincin pada pangkal testis serta tindik ataupun tato menghiasi sekujur tubuh untuk menegaskan kesan sangar. Termasuk di dalam katagori kinky sex adalah orgy party dan sadomasochist. Mengenai orgy party, sebagaian gay telah memberikan permakluman bahkan secara berkala mereka mengadakannya. Mengenai sadomasochist, seksolog mengelompokkan hal ini dalam penyimpangan seksual. Well, if you are ok with being gay, there’s nothing to stop you for doing sadomasochist. “Dah kadung menyimpang.”, katanya.

Fisting
Fisting adalah sebuah aktivitas seks dengan memasukkan telapak, pergelangan, dan bahkan lengan tangan ke dalam lubang anus partner seks. Tentu saja hal ini dibantu dengan pemakaian cream tertentu untuk mengurangi rasa sakit serta melancarkan proses memasukkan lengan tersebut. Sebagian gay akan terpesona melihat hal tersebut, namun sebagiannya lagi merasa muak karena hal tersebut dirasa tidak manusiawi. Do not try that at home. All those stuff you see was played by professional actors.

Tuesday, July 07, 2009

SEX IS A GAME

Ketika sepasang lelaki dan perempuan melakukan seks, mungkin hal tersebut lebih dikarenakan untuk memenuhi hasrat birahi, titik. Hal berbeda terjadi ketika sepasang lelaki melakukan seks. Dalam aktivitas (seks) tersebut, mereka tidak hanya memenuhi hasrat birahi namun juga hasrat bersaing dalam sebuah permainan seks. Ya, sepasang lelaki yang melakukan seks akan berkompetisi mengenai siapa yang lebih besar ukuran alat kelaminnya, siapa yang menguasai lebih banyak tekhnik bercinta, serta siapa yang lebih tahan lama ereksi.

Ternyata tidak hanya para top yang bangga apabila ia memiliki ukuran penis lebih besar daripada partner seksnya (baca: bottom). Para bottom pun bangga memiliki ukuran alat kelamin yang lebih besar. Anda mungkin masih ingat ketika masa puber dulu, bersama teman sebaya, kerap mempertontonkan penis masing-masing dalam acara pipis bersama. Pada saat itu, selain Anda dan teman sebaya berkompetisi mengenai siapa yang bisa menyemburkan kencing paling jauh juga berloma penis siapa yang lebih besar. Tidak heran kalau jiwa kompetisi tersebut terbawa hingga dewasa. Faktanya, beberapa top lebih menyukai partner bottom yang memiliki ukuran alat kelamin lebih besar sehingga ketika ia memegangnya maka akan terasa mantap.

Dalam aktivitas seks hetero, laki-laki lebih menjadi penentu gaya bercinta yang akan dilakukan dibandingkan perempuan yang berperan pasif dan cenderung menerima apa saja gaya bercinta yang diinginkan partner seksnya. Apa yang terjadi kemudian ketika aktivitas seks tersebut dilakukan oleh dua orang laki-laki, sudah hampir dapat dipastikan; keduanya akan saling unjuk kabisa. Dalam aktivitas seks gay, kita tidak akan menemukan pembagian peran siapa yang bertugas menjadi partner aktif dan siapa yang bertugas menjadi partner pasif. Seorang top tidak akan diterjemahkan sebagai pihak yang aktif dan seorang bottom tidak selalu diartikan sebagai pihak yang pasif. Bisa saja seorang bottom lebih dominan dalam aktivitas seks dengan melancarkan jurus-jurus bercinta yang dikuasainya dan karenanya partner seksnya tidak akan tinggal diam dengan melancarkan jurus andalannya pula.

Dan ini adalah penentu siapa yang akan menjadi pemenang dalam permainan seks gay; durasi. Yang paling lama bertahan ereksi adalah yang akan keluar sebagai pemenang permainan seks dalam dunia homo. Karenanya, kalau dalam dunia hetero editansil (ejakulasi dini tanpa hasil) hanya akan membuhakan kekecewaan, maka dalam dunia homo hal tersebut juga akan menjadi cemoohan. Kejam memang, tapi memang begitulah adanya.

Mungkin ini adalah sifat alami laki-laki yang selalu ingin berkompetisi dalam segala hal. Ini adalah ego yang mengharuskan seorang laki-laki selalu menjadi yang terbaik. Well, what can I say. Boys will be boys, whether they're hetero or even homo.

Sunday, July 05, 2009

PARASIT

Sepertinya, sebagaian gay memang dilahirkan menyebalkan. Dari yang sebagian tersebut ada yang dilahirkan suka selingkuh, ada yang anti komitmen, ada yang suka merebut pacar temannya, ada yang mati-matian jaim tanpa alasan, dan ada pula yang parasit.

Mengenai yang terakhir disebut, ada gay yang rela dimanfaatkan meski dia tahu dan sadar dirinya dimanfaatkan (secara materi). Alasannya: cinta, meski terkadang hanya berbalas pemelorotan materi semata. "Biarlah aku yang keluar uang untuk memanjakannya asalkan dia cinta dan selalu ada bersamaku.", demikian katanya. Selama Anda bisa menyediakan materi untuk gay tipe parasit ini, tentu semua akan berjalan sesuai rencana. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi ketika Anda sudah tidak memiliki materi untuk diberikan kepada sang parasit? Sudah dapat ditebak, ia akan segera berpindah ke pemberi materi lain yang lebih menjanjikan.

Ada pula gay yang tidak rela, bahkan anti parasit. "Ini bukan tentang sejumlah uang yang harus kita keluarkan. Ini tentang harga diri.", demikian alasannya. Menurut mereka, mengeluarkan materi untuk mendapatkan seks adalah sebuah aib. Bukankah masih banyak lelaki gay di luar sana yang bisa diajak nge-seks suka sama suka tanpa harus mengeluarkan uang? Gay parasit di mata mereka tidak lebih dari (sorry to say) lacur sok suci yang tidak mau disebut (again, sorry to say) pelacur. Bagaimana tidak, mereka mau diajak melakukan seks apabila diberi sejumlah materi.

Para anti parasit ini sudah cukup aware dengan perilaku gay parasit. Para gay parasit tentu saja tidak akan secara terang-terangan meminta sejumlah uang and that's the tricky part. Kita cukup mengetahui karakter parasit mereka melalui kiriman SMS yang berbunyi "Tidak ada pulsa, euy..." yang artinya dia ingin dikirimi pulsa. Atau seorang gay yang minta ketemuan di food-court atau bioskop sebuah mall tapi dia bilang sedang tidak punya uang. Apalagi harapannya kalau tidak ingin ditraktir. Ada lagi parasit yang berkeliaran di chat-room dan terang-terangan meminjam sejumlah uang dari teman chattingnya. Parasit yang satu ini rada desperate. Bagaimana tidak, lelaki bodoh mana yang mau meminjamkan uang pada orang yang baru dikenalnya? Tidak heran kemudian teman chatting tersebut hanya akan menjadikannya bulan-bulanan dengan menjanjikan akan meminjaminya uang via transfer rekening. Ketika sang parasit sudah sumringah, dia pun ditinggal off dari chat-room tanpa penjelasan.

Lantas, apa sebenarnya alasan seorang gay menjadi parasit? Tentu saja alasan utamanya adalah faktor ekonomi. Mungkin saja dia terlahir dari keluarga yang kurang berkecukupan secara ekonomi namun demikian ia mengidamkan hidup mudah (secara materi) tanpa harus bersusah payah. Kebiasaannya nonton sinetron ternyata berpengaruh besar pada mimpi Cinderala-nya. Ia tidak tahu (atau mungkin tidak mau tahu) kalau hidup ini tidak seindah sinetron. Di dunia yang tidak sempurna ini, untuk bisa hidup berkecukupan, maka kita harus bekerja.

Satu pertanyaan untuk untuk para gay parasit: Apakah kamu tidak malu hidup seperti itu?

P.S. Ya, tulisan ini memang terinspirasi dari lagu Gita Gutawa. Bagi para parasit, camkan lirik berikut. "pergi kau ke ujung dunia, dehidrasi di gurun sahara, hilang di segitiga bermuda. pergi kau ke luar angkasa, hipotermia di kutub utara, hilang di samudra antartika dan jangan kembali. Parasit! Kau memang parasit." Or should I say para-shit?

Thursday, July 02, 2009

GIRLS ARE TOYS

Kaum perempuan kerap mengumandangkan sloga "Boys are toys" untuk menunjukkan independesi mereka, lepas dari dominasi serta dikte kaum laki-laki. Mereka tidak butuh laki-laki untuk melengkapi hidup mereka atau tempat bersandar ketika menghadapi permasalahan hidup. Bagi mereka, lelaki tidak ubahnya mainan yang bisa digonta-ganti tanpa harus ditangisi ketika ia tersebut pergi. Well, kaum gay pun memiliki slogan serupa, "Girls are toys".

Yes, girls nothing but toys. Ini berkaca pada kaum homo yang memiliki pacar ataupun istri dengan berbagai alasan. Kalau pernikahan saja tidak bisa menghalangi seorang pria gay untuk melakukan seks dengan pria lain, apatah lagi mereka yang masih sebatas pacaran. Dengan berbagai alasan, pria berpacar ataupun beristri tersebut, kerap mencari kesempatan berhubungan dengan sesama pria. Kalau sudah begini, sebutan apalagi yang pantas bagi perempuan selain sekadar mainan.

Indikator lainnya adalah curhat kaum homo yang berpaacar atau beristri seorang perempuan. Mereka kerap mengeluhkan bahwa pacar atau istrinya terlalu menuntut, tergantung, serta mengekang. Hal ini berbeda dengan ketika dia menjalin hubungan dengan sesama pria yang lebih independen serta saling percaya. Well, what can I say. Gilrs are designed like that.

Lebih parah lagi adalah ketika seorang lelaki hanya menikahi seorang perempuan untuk memiliki keturunan. Ya, demi memenuhi kebutuhan keluarga akan generasi penerus atau untuk menyembunyikan jati dirinya sebagai homo, seorang pria gay pun kemudian memilih menikah tanpa cinta telebih ketertarikan seksual. Di mata lelaki seperti ini, seorang wanita tak ubahnya seperti mesin produksi keturunan.

How’s that? Guess we’re equal now. You said that we are toys and we told that you are toys too.

P.S. Atikel ini bukan bermaksud mendeskreditkan atau menihilkan arti seorang perempuan. Penulis tetap menghargai eksistensi perempuan serta peranannya. Bukankah penulis sendiri lahir dari rahim seroang perempuan?

Wednesday, July 01, 2009

HOT PAPA

Media Hollywood kerap merilis "Top Ten Hot Mamas" yang berisi daftar 10 orang selebritis wanita yang telah menikah dan memiliki anak namun secara fisik dan ketenaran mereka tidak kalah dengan pendatang baru yang masih segar dan single. Christina Aguilera, Angelina Jolie, Gwen Stefani, Heidi Klum, Halle Berry, Kate Hudson, Salma Hayek, Naomi Watts, Kate Beckinsale, dan Gwyneth Paltrow adalah sederatan nama yang kerap masuk dalam daftar tersebut. Well, siapa yang bisa membantah keseksian mereka kendati mereka telah memiliki anak sekalipun.

Ada semacam peraturan tidak tertulis dalam dunia entertaintment bahwa pernikahan, hamil, dan melahirkan dapat menurunkan popolaritas seorang artis (wanita tentu saja). Tidak heran, beberapa artis merahasiakan pernikahan mereka dengan alasan demi menjaga popularitas. Karenanya, beberapa selebritis wanita yang telah menikah-hamil-melahirkan dan ia masih terkenal, harus diacungi jempol mengingat sangat sedikit sekali artis yang dapat melakukan hal tersebut. Tentu saja, ini berkenaan dengan perubahan fisik yang mereka alami selama hamil dan melahirkan.

How about the Papas? Memang, seorang lelaki (terlebih selebritis) tidak akan berkurang keseksiannya baik sebelum atau pun sesudah menikah. Faktanya, beberapa lelaki akan terlihat lebih seksi setelah dia menikah dan memiliki anak. Mengapa? Well, seorang lelaki yang telah menikah dan memiliki anak dipandang sebagai sosok yang bertanggung jawab dan itu adalah salah satu indikasi keseksian di luar kondisi fisik. Coba perhatikan foto selebritis pria yang tengah menggendong putrinya di salah satu lengan kekarnya dan menuntun putranya di tangan yang lain. Ah, gay mana yang tidak meleleh melihatnya.

Berikut daftar "Top Ten Hot Papas" versi blog kesayangan Anda ini.

Viggo Mortensen
Kamu pasti terpukau dengan perannya sebagai Aragon dalam trilogi Lord of the Ring. Wajahnya yang ditumbuhi kumis dan cambang liar, kepiawaiannya menghalau lawan dengan pedagnya, kemahirannya mengendarai kuda, serta komitmennya dalam menjalankan tugas mengawal Frodo membuat setiap gay ingin menjadi putri tertawan dalam kastil yang kemudian akan diselamatkan oleh Sang Putra Arathon tersebut. Papa yang satu ini dikaruniai seorang anak bernama Henry Mortensen dari mantan istrinya yang bernama Exene Cervenka.

Daniel Craig
Semua gay pasti setuju kalau aktor yang satu ini dijuluki sebagai Hot Papa terlebih ketika dia memerankan tokoh agen flamboyan 007, James Bond. Ingat ketika dalam salah satu adegan film tersebut Craig muncul dari pantai dengan tubuh kekar yang basah dan boxer ketat yang rendah berjalan sambil mengusap rambut basahnya. Ah... Membayangkannya saja kita sudah horny. Papa Craig telah menikah dengan Fiona Loudon dan dikaruniai putri cantik bernama Ella.

Brad Pitt
Yang satu ini tidak harus banyak penjelasan mengenai mengapa ia masuk dalam daftar Hot Papas. Salah satu perannya yang paling penulis ingat adalah ketika dia memainkan peran pria brandal dalam fil The Fight Club. Dada bidang serta perut enam perseginya begitu menggoda ketika dia harus beradegan telanjang dada dan ber-baku hantam dengan lawan mainnya. Meski Papa Pitt tidak menikah dengan Angelina Jolie, ia mengadopsi tiga orang anak (Maddox Jolie-Pitt, Zahara Jolie-Pitt, dan Pax Thien Jolie-Pitt
Kandung) serta memiliki tiga lagi anak kandung (Shiloh Nouvel Jolie-Pitt, Knox Léon Jolie-Pitt, dan Vivienne Marcheline Jolie-Pitt).

Tom Cruise
Ya, agen rahasia dalam film Mission Impossible ini memang layak disebut sebagai Hot Papa. Perannya dalam film tersebut sebeagai tokoh yang pantang menyerah mengungkap kejahatan meski telah dikhianati partner sendiri, serta peran-perannya yang lain sebagai tokoh protagonis membuat kita menyerahkan apa saja (penulis ulang, apa saja!) demi bisa bertemu dengannya. Siapa yang bisa menghindar dari rahang kekar serta sorotan tajam mata elang itu? Papa Cruise menikah dengan Katie Holmes dan dikarunia putri yang diberi nama Suri.

Jon Bon Jovi
Apa yang lebih seksi dari seorang pria tampan bersuara merdu dan kerap mendendangkan lagu-lagu rayuan yang menghanyutkan? Papa Jon adalah salah satu dari pria tersebut. Pria yang dijuluki rocker yang sayang istri ini telah menikah dengan Dorothea Rose dan dikarunia empat orang anak bernama Hurley Stephanie Rose, Jesse James Louis, Jacob Hurley, dan Romeo Jon. Yes Papa, sing me a song...

Keanu Reeves
Pemeran karakter penyelamat yang cool dalam trilogi Matrix ini akan selalu memukau kaum dalam setiap film yang dibintanginya. Bagaimana tidak, pembawaannya yang kalem sepertinya merupakan sebuah magnet tersendiri untuk menarik perhatian penggemarnya, baik yang hetero maupun homo. Papa Reeves memang belum menikah namun ia telah memiliki seorang putri bernama Ava Archer Syme-Reeves dari pacarnya, Jennifer Syme.

Russel Crowe
Pemeran Maximus Decimus Meridius dalam film Gladiator ini selain layak diganjar penghargaan Best Actor dalam Academy Award, juga teramat sangat layak disebut sebagai Hot Papa. Jauhnya Crowe dari pemberitaan miring tentang rumah tangga dan keluarganya, membuatnya imej-nya sebagai pria bertanggung jawab terhadap keluarga tidak terbantahkan lagi. Papa Crowe menikah dengan penyanyi sekaligus aktris berkebangsaan Australia bernama Danielle Spencer dan dikaruniai dua jagoan Charles "Charlie" Spencer dan and Tennyson Spencer.

Cris Daughtry
Jebolan reality show American Idol ini memang terkesan cool dan pendiam. Namun demikian, keseksian suaranya yang berat khas rocker membuat kita tidak bisa membantah bahwa Papa Daughtry memang layak dijuluki Hot Papa. Papa Daughty memiliki dua orang anak bernama Hannah dan Griffin.

Ricky Martin
Di puncak Popularitasnya, Papa Martin kerap digosipkan sebagai penyuka sesama jenis. Benar dan tidaknya kabar tersebut masih dipertanyakan. Namun demikian, Papa Martin pernah membuat statemen resmi bahwa dia bukanlah penuka sesama jenis dan belum lama ini dia mengumumkan telah menjadi ayah dari kembar Matteo dan Valentino. Well Papa, stop talking and keep shaking.

Bono
Vokalis grup band U2 ini terkenal sebagai artis yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia kerap terlibat dalam acara amal dan konsern terhadap isu-isu kemanusiaan. Akse British-nya menambah poin seksi yang dimilikinya selain jiwa sosialnya tersebut di atas. Papa Bono menikah dengan Alison Hewson dan memiliki anak bernaman Jordan, Memphis Eve, Elijah Bob Patricius Guggi Q, serta John Abraham.

Bagaimana dengan selebritis pria Indonesia. Well, penulis akan memasukkan Adjie Massaid, Adji Pangestu, Dwi Sasono, Tio Pakusadewo, Cok Simbara, Ariel Peterpan, Tora Sudiro, Pasha Ungu, Rizky The Titans, dan Ferry Maryadi dalam daftar Top Ten The Hot Papas. Setuju?

Monday, June 29, 2009

8 LAKI-LAKI YANG TIDAK BOLEH DITIDURI

Dalam Islam, kita mengenal konsep muhrim yang berarti orang-orang yang masih bertalian darah dan karenanya tidak boleh dinikahi. Tanpa bermaksud menyamakan, penulis ingin meyampaikan bahwa konsep serupa (meski tidak persis sama) ada dalam dunia gay, hanya saja pertalian darah yang dimaksud di sini adalah pertemanan dan pernikahan yang dimaksud di sini adalah berhubungan seks. Berikut daftar ketujuh laki-laki tersebut beserta alasan mengapa mereka tidak boleh ditiduri.

Laki-Laki Lain Selain Pacar
Tentu saja, ketika kita mengikatkan diri dalam komitmen pacaran, kita harus setia pada pacar kita tersebut dengan tidak berselingkuh atau tidur dengan lelaki lain. Ini adalah rumus umum yang berlaku dalam setiap relationship, both hetero and homo. Memang, kesetiaan seperti ini dinilai langka dalam hubungan homoseksual. Seorang oknum peselingkuh berargumen, "Bedakan antara cinta dan seks. Yang saya lakukan tidak lebih dari sekadar seks tanpa ada rasa (cinta, red) karena cinta saya hanya diberikan kepada pacar. Menurutku itu bukan perselingkuhan. Toh selama hal itu dilakukan dengah hati-hati tanpa sepengetahuan pacar dan kita selalu mendahulukan kepentingan pacar, semua akan baik-baik saja. What's the problem?" Ah, mungkin dia lupa bahwa inti dari relationship adalah saling percaya dan menjaga perasaan satu sama lain. Bayangkan, apa yang akan terjadi kalau sang pacar mengetahui perselingkuhan-yang-menurutnya-bukan-berselingkuna tersebut? Bayangkan juga kalau sang pacar melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya? Tidakkah mereka akan sama-sama terluka dan tidak rela? Kalau memang tidak bisa setia dan masih ingin ML sana-sini, tidak usahlah mengingatkan diri dalam sebuah komitmen.

Teman Satu Gang
Kepada siapa kamu berkeluh kesah tentang permasalahan khas gay yang kamu hadapi? Siapa yang akan kamu jadikan sandaran ketika ada problem homoseksual yang tidak bisa kamu utarakan pada orang straight, bahkan keluarga sekalipun? Tentu saja kepada temang satu gang. Dalam hal ini, peran teman satu gang ini tak ubahnya saudara senasib sepenanggungan. Segala permasalahan (baik ringan ataupun berat, baik penting ataupun sepele, baik mengharukan ataupun yang membuat tertawa terpingkal-pingkal), senantiasa kita bagi dengan teman satu gang. Kalau sudah begini, masihkan ada tersisa ketertarikan seksual? Membayangkannya pun tidak. Tentu saja, teman satu gang yang dimaksud di sini adalah teman yang sudah benar-benar dekat, baik secara personal maupun emotional. Karenanya, tidak menutup kemungkinan terjalinnya tapi percintaan yang berawal dari pertemanan. Tentu saja, teman yang dimaksud di sini adalah teman yang hanya bertemu sesekali atau yang secara intens berbagi segala hal. Maka dari itu, ada semacam peraturan tidak tertulis dalam dunia gay yang menyatakan bahwa ketika kamu mengenal seseorang dan menginginkannya secara seksual, maka lakukanlah sekarang sebelum kalian saling mengenal lebih dekat. Dari sini, siapa tahu akan terjalin tali percintaan bukan?

Kerabat Teman Satu Geng
Termasuk di dalamnya adalah ayah, kakak laki-laki, dan adik laki-laki. Faktanya, seorang gay akan berkata, "Biarlah di keluarga ini cukup hanya aku yang menjadi gay." Karenanya, dia akan sangat marah besar kalah adik atau kakak laki-lakinya kita taksir atau godain. Kalau hal tersebut sampai terjadi, jiwa laki-laki (baca: kehendak untuk melindungi) -nya akan keluar. Kamu tidak ingin kan melihat sisi laki-laki teman gay-mu yang menyeramkan itu?

Pacar Atau Orang Yang Sedang PeDeKaTe kepada Teman Satu Gang
Dalam beberapa kasus, hal ini kerap menjadi pemicu retaknya hubungan pertemanan satu gang gay. Entah karena masing-masing tidak mau jujur atau karena tidak bisa bersikap sportif, orang ketika yang ditaksir oleh dua orang dalam satu gang dapat membuat friksi dalam pertemanan tersebut. Sebagian memilih pertemanan dan mem-banned laki-laki bersangkutan dalam gangnya, dan sebagaian ada yang memilih melanjutkan percik asmara yang sudah kadung menyala meski dengan mengorbankan pertemanan.

Laki-Laki Yang Masuk Dalam Daftar Hitam Teman Satu Gang
Bisa karena laki-laki tersbut pernah menyakiti teman satu gang kita ataupun karena teman satu gang kita mengetahui fakta buruk mengenai laki-laki tersebut. Kecuali kalau memang di awal telah dilakukan perjanjian balas dendam atau semacamnya. Misal teman satu gang kita pernah ditiduri dengan cara dirayu akan dijadikan pacar dan ketika keesokan harinya tidak ada kabar berita dan sang teman meminta kita membalaskan dendamnya dengan menyuruh kita melakukan hal serupa kepadanya, maka hal tersebut dimaklumi.

Suami Teman Wanita
Gay is the second woman's best friend after diamond. Sebagian perempuan malah terkadang lebih senang curhat kepada pria gay dibanding kepada sesama teman waitanya. Alasannya, gay dapat memberikan sudut pandang rasional yang memang kurang dikuasai kaum perempuan yang lebih cenderung emosional. Kalau sudah begini, masihkan kita menginginkan (secara seksual) sauminya yang memang tergolong pria tampan? Pikirkan berulang kali. Sisi emosional perempuan akan membuatnya bisa berbuat apa saja ketika ia merasa dikhianati.

Mantan Pacarnya Pacar Kita Atau Mantan pacarnya Mantan Pacar Kita
Memang tidak ada larangan tegas mengenai hal ini. Tapi kalau hal ini sampai terjadi, apalagi yang ada di kepala pacar atau mantan pacar kita selain, "Lihat, sampah kok makan sampah." Karena itulah, hal ini teramat sangat jarang terjadi. Beberapa gay justru berteman dekat dengan mantan pacarnya pacar atau mantan pacarnya mantan pacar.

Mantan Yang Bertekad Menjalani Kehidupan Sebagai Lelaki Straight
Kepada mantan yang berpisah secara baik-baik, kita berhak memberinya bonus night. Ya, apalagi kalau bukan seks satu malam yang hanya bertujuan untuk mengingat masa lalu. Namun demikian, hal ini tidak bisa kita berikan kepada mantan yang memang mau menjadi straight dan terpaksa memutuskan kita. Meski rasa cinta dan rindu tergambar jelas di kedua belah pihak dalam setiap pertemuan, akan tetapi kita harus menghormati keputusannya dengan tidak membiarkannya alpha. Ini bukan tentang keinginan masing-masing lagi. Ini semua tentang memegang prinsip dan membantu sang mantan menegakkan prinsip yang dijalaninya tersebut.

Sunday, June 28, 2009

GREAT SEX

Ini pertanyaan untuk kaum heteroseksual. Pernahkah Anda bertanya, "Mengapa gay kerap bergonta-ganti pasangan seks?" Jawabannya tidak lain adalah "Just to find the great sex." Mungkin ini adalah konsep yang sangat sulit dipahami oleh kaum heteroseksual mengingat sebagian besar dari meraka menerima seks apa adanya dari suami atau istri yang dinikahinya. Satu kalipun mereka tidak memiliki kesempatan untuk membandingkan kenikmatan seks dengan lebih dari satu orang. Lebi parah lagi, mereka bahkan tidak tahu seperti apa great sex itu. Sebauh fakta klinis menyebutkan, beberapa wanita malah tidak pernah merasakan orgasme dari hubungan seks yang dilakukan dengan suaminya. Shocking, huh?

Just to find the great sex, that's all. Ketika seorang gay berhubungan seks dari satu laki-laki ke laki-laki lain, ini bukan dikarenakan dia jalang atau semacamnya. Sebut saja ini adalah sebuah pencarian dalam hidup seperti halnya kaum materialistis yang mengabdikan hidupnya untuk mengumpulhan harta benda atau para ilmuwan yang terobesesi mengungkap semua tabir ilmu pengetahuan di jagat raya ini.

Lantas, seks seperti apa yang dapat dikatakan sebagai "The Great Sex" sehingga kaum gay membutuhkan banyak sekali pasangan seks untuk menemukannya? Dalam dunia gay (tanpa menutup kemungkinan kaum hetero juga meng-amin-i-nya), paling tidak ada tujuh kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah seks dapat mencapai lavel "Great".

Chemistry
Ini akan mempengaruhi penilaian keseluruhan kriteria. Ini pulalah yang kemudian akan membuat penilaian "The Great Sex" tidak lagi berimbang. Mungkin saja partner seks yang bersangkutan kurang menguasai teknik bercinta, tapi karena rasa suka sudah mendominasi maka yang bersangkutan akan menyebutkan bahwa seks yang dilakukannya tadi malam tergolong memuaskan. Chemistry ini akan semakin mendominasi manakala diterapkan pada konsep realationship. Siapa sih yang mau blak-balkkan mengatakan, "Ah, pacar gue payah di ranjang." Hampir dapat dipastikan tidak ada. Sebenarnya kalau mau jujur, kita akan menemukan beberapa kekurangan yang ada di diri pacar kita berkenaan dengan seks. Entah ukuran alat kelaminnya yang tidak terlalu besar ataupun daya tahan bercintanya yang tidak terlalu lama. Tapi semua itu termaafkan karena kita mencintainya.

Kissing
Dalam dinamika seks bebas kaum gay, tidak semua aktivitas seks melibatkan ritual yang satu ini. Padahal, kissing merupakan simbol kenyamanan, kepercayaan, dan serta koneksitas emosi yang mendalam. Terdengan konyol memang ketika seorang gay tidak mau berciuman dengan partner seksnya dikarenakan "jijik" harus bertukar air liur sementara pada saat hampir bersamaan bagian tubuh yang lain asyik-masyuk dan dia menikmatinya. Namun demikian, kita tidak bisa memaksakan berciuman pada partner yang memang tidak mau melakukannya.

Partner Berimbang
Adalah pasangan seks yang tahu apa yang harus ia lakukan di ranjang. Karenanya, kita tidak lagi harus menuntunnya melakukan ini dan itu. Hal ini tidak akan kita dapatkan dari partner seks pemula yang masih harus banyak belajar. Beberapa gay malah terang-terangan menolak berhubungan seks dengan para pemula dengan alasan dia tidak memiliki waktu untuk memberikan pelajaran seks. "Belajarlah dulu, nanti kalau sudah mahir baru undang aku.", demikian pesannya kepada sang pemula. Selain itu, partner seks yang baik adalah yang tidak egois. Sering kali beberapa partner seks hanya ingin dipuaskan tanpa ada itikad baik untuk memuaskan balik pasangan seksnya.

Penguasaan Teknik Bercinta
Ini memang memerlukan jam terbang bercinta yang tinggi mengingat tidak ada satu lembaga pendidikan pun yang mengajarkannya. Singkatnya, ini adalah proses learning by doing. Setiap orang memiliki gaya favorit. Penguasaan berbagai macam gaya bercinta akan lebih mengakomodir keinginan pasangan seks dengan berbagai gaya kesukaan masing-masing.

Ukuran Alat Kelamin
Yang mengatakan bahwa ukuran tidak begitu penting adalah orang munafik. Bagaimanapun juga, ukuran alat kelamin menentukan kenikmatan seksul (bagi para bottom tentu saja). Sudah menjadi rahasia umum kalau satu orang bottom mendapatkan partner seks yang memiliki ukuran alat kelamin di atas rata-rata maka sudah hampir dapat dipastikan ia akan merekomendasikannya kepada teman-temannya sesama bottom. Tujuannya tidak lain adalah untuk membuktikan seberapa hebatkah ia menjadi bottom dengan dapat atau tidaknya meng-handle sang Mister Big.

Durasi
Rata-rata, durasi normal penetrasi (bukan termasuk foreplay) adalah 20 sampai dengan 30 menit. Bagi mereka yang dapat tetap "On" lebih dari itu, jangan dulu berbgangga diri sebagai pejantan tangguh. Menurut seksolog, hal tersebut dapat menjadi indikator ketidaknormalan yang bisa jadi diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Selain itu, sehebat apapun seorang bottom, dia akan merasa kesakitan, linu, atau ngilu kalau tetap dipenetrasi lebih dari 30 menit apalagi kalau dia ejakulasi terlebih dahulu.

Afterplay
Dalam berhubungan seks, foreplay adalah sesuatu yang jarang sekali dilewatkan. Bagaimana tidak, foreplay adalah gerbang pembuka untuk melangkah ke step bercinta selanjutnya. Berbeda halnya dengan afterplay. Kebanyakan gay (apalagi yang bercinta dengan pasangan one nite stand), melewatkan hal ini meski penting dan tetap menjadi indikator "The Great Seks".

Ketika bercinta, seorang gay akan memberikan pembobotan tentang kualitas seks yang dilakukannya. Ketika tidak semua point tersebut di atas terpenuhi, maka ia hanya akan memberikan bobot setengah atau bahkan seperempat. Namun ketika semua kriteria tersebut terpenuhi, maka ia akan memberikan bobot satu atau bahkan lebih ketika kepuasan bercintanya melebihi yang ia harapkan. Jadi pada keesokan hari, seorang gay akan bercerita kepada temannya seperti ini. "Ah, ML gue semalem cuman diitung setengah.", dengan ekspresi tidak puas atau "Yups, tadi malem gue ML dan dihitung satu.", dengan ekspresi ceria atau "You know what? ML gue semalem dihitung 3, if you know what I mean...", dengan ekspresi berbinar yang diikuti mentraktir teman-temannya sebagai bentuk syukur dan berbagi kebahagiaan.