Maaf untuk jeda yang cukup lama penulis tidak menampilkan materi baru di blog ini. Semua terpaksa dilakukan demi melindungi berbagai kepentingan yang belakangan ini tumpang tindih. Berbagai masukan dan saran telah diterima dan akan diaplikasikan demi kontinuitas blog tercinta ini.
Bagi pihak-pihak yang merasa berkeberatan dengan keberlangsungan blog ini, pengaktifan kembali ini bukan untuk bermaksud menantang apalagi membangkang. Hanya saja, sebuah pemikiran tidak akan pernah dapat dibelenggu meski Anda bisa memenjarakan raga sang pemikir. Jadi, mari kita sediakan sedikit ruang untuk menghargai pendapat orang lain.
Akhirnya, selamat datang kembali!
Tuesday, April 19, 2011
Tuesday, June 08, 2010
THE NEW PORN STAR WAS BORN
Heboh! Itulah yang terjadi di masyarakat kita ketika disuguhi tontonan adegan seks yang dilakukan oleh orang yang diduga Ariel dan Luna (selanjutnya nama tokoh yang disebutkan di sini menggunakan tanda kutip untuk menyingkat kalimat "orang yang diduga mirip"). Tentu saja, keduanya membantah bahwa dua buah video yang beredar di internet dan phonsel tersebut adalah mereka. Namun demikian, pakar telematikan hampir dapat memastikan bahwa video itu asli (orang yang bersangkutan) dan bukan hasil rekayasa. Di tengah masih hanganya perbincangan adegam mesra "Ariel" dan "Luna" tersebut, kini muncul video serupa yang tak kalah hebohnya.
Kali ini, "Aril" beradegan mesra dengan "Cut Tari". Dibandingkan dengan dua video sebelumnya, video yang satu ini lebih jernih kualitas gambarnya (sehingga wajah keduanya dengan mudah dikenali) karena diduga direkam dengan menggunakan handycam (dua video sebelumnya direkam dengan kamera phonesel) dan berdurasi lebih panjang.
Tentu saja, penggemar free-porn pun mati-matian memburu video-video tersebut. Bagi kaum gay, apalagi yang mereka penasaran kalau bukan ukuran mister P kepunyaan "Ariel" dan begitu melihatnya di video, mereka pun berkata, "Ah, segitu saja punyamu, 'Riel'?". Sebagian pengamat mengatakan bahwa aksi "Ariel" di vedeo ketiganya ini lebih agresif dari sebelumnya. Well, mungkin "Ariel" lebih banyak menggunakan variasi gaya, namun demikian tetap saja itu masih jauh dari harapan kaum gay.
Satu yang mengundang rasa penasaran kaum gay adalah pada video ketiganya ini, "Ariel" seperti menyetubuhi "Cut Tari" dari belakang (if you know what i mean...). Tentu saja ini berita gembira bagi kaum gay. Kalau "Ariel" suka main belakang, berarti dia harus coba melakukannya dengan laki-laki, bukan? Coba deh "Riel", kamu pasti ketagihan.
Setelah "Ariel", kira-kira siapa lagi yang artis kita yang menyusul menggeluti profesi bintang klip porno gratisan. Apakah duda-duda keren itu? Lantas kapan pula kita disuguhi klip Indonesian-gay-celebrities gratisan? Hopefully soon.
Kali ini, "Aril" beradegan mesra dengan "Cut Tari". Dibandingkan dengan dua video sebelumnya, video yang satu ini lebih jernih kualitas gambarnya (sehingga wajah keduanya dengan mudah dikenali) karena diduga direkam dengan menggunakan handycam (dua video sebelumnya direkam dengan kamera phonesel) dan berdurasi lebih panjang.
Tentu saja, penggemar free-porn pun mati-matian memburu video-video tersebut. Bagi kaum gay, apalagi yang mereka penasaran kalau bukan ukuran mister P kepunyaan "Ariel" dan begitu melihatnya di video, mereka pun berkata, "Ah, segitu saja punyamu, 'Riel'?". Sebagian pengamat mengatakan bahwa aksi "Ariel" di vedeo ketiganya ini lebih agresif dari sebelumnya. Well, mungkin "Ariel" lebih banyak menggunakan variasi gaya, namun demikian tetap saja itu masih jauh dari harapan kaum gay.
Satu yang mengundang rasa penasaran kaum gay adalah pada video ketiganya ini, "Ariel" seperti menyetubuhi "Cut Tari" dari belakang (if you know what i mean...). Tentu saja ini berita gembira bagi kaum gay. Kalau "Ariel" suka main belakang, berarti dia harus coba melakukannya dengan laki-laki, bukan? Coba deh "Riel", kamu pasti ketagihan.
Setelah "Ariel", kira-kira siapa lagi yang artis kita yang menyusul menggeluti profesi bintang klip porno gratisan. Apakah duda-duda keren itu? Lantas kapan pula kita disuguhi klip Indonesian-gay-celebrities gratisan? Hopefully soon.
Sunday, May 16, 2010
THE BEST FAKE WEDDING EVER
Sebut saja namanya ALAN. Pada hari ini ia menikahi seprang perempuan (yang tentu saja) dipilihkan oleh orang tuanya. Dia adalah seorang gay 30 tahun yang mencoba berbakti kepada orangtuanya dengan mematuhi perjodohan yang diprakarsai keduanya. Berhasilkan pernikahan palsu tersebut melewati dua hari seremoni adat bugis?
Sebelum tujuh hari menjelang hari H, sang homo tidak merasakan apapun. Ritual adat yang disarangkan (untuk dilakukan) kedua orang tuanya dijalankan dengan baik. Toh ritual tersebut hanyalah sedikit pijat oleh tetua adat di sana serta pembagian undangan pada kerabat dekat yang harus dilakukannya sendiri. Masuk ke tujuh hari menjelang hari H, sang homo pun sadar bahwa pernikahan yang akan ia jalankan adalah nyata dan sudah di depan mata.
Sang homo pun kemudian curhat (like always) kepada temannya mengenai kecemasannya. Dengan berpura-pura bijak, sang teman berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak usah khawatir dengan malam pertama karena semua akan berjalan secara alamiah. Walaupun di akhir pembicaraan sang teman berkata, "You'll become someone else after the day," ia tetap menyemangai sang homo untuk tidak lari di hari penikahannya seperti Julia Robert di film "Runaway Bride".
Dan hari itu pun tiba. Kemeriahan pesta adat menenggelamkan semua redah dan gelisah sang homo meski tetap ia sempat ngeceng beberapa tamu cuco yang hadir di pernikahannya. Setelah upacara selesai, ia pun di suruh mertua untuk masuk ke kamar pengantin. Beruntung, saat itu istrinya nampak sudah terlelap tidur memunggunginya sehingga malam itu pun berlalu tanpa drama yang tidak perlu. Seremoni hari kedua pun di gelar dan pada malam harinya...
He fuck her? You wish... Masih belum terjadi apa pun karena keduanya berpendapat harus melewati masa perkenalan terlebih dahulu. Sungguh sebuah alasan yang dibuat-buat, bukan? Malam selanjutnya, mulailah terjadi pelukan dan ciuman and this time she use her tongue. Kaget! Sang homo berkata bahwa ia tidak bisa melakukan ciuman seperti itu. What a lie! Karenanya, mereka pun memutuskan untuk melakukannya perlahan and yes we won't see love scene to night. Malam berikutnya, sang istri berkata untuk tidak melakukannya malam ini (atau malam-malam selanjutnya) karena ia sedang menstruasi. What a relive.
Entah setan apa yang memasuki pikiran sang homo pada lima atau tujuh malam kemudian. Sang homo memerawani istrinya! Sungguh sebuah kegilaan luar biasa yang dia pun malu mengakuinya pada temannya. Ewww... Yang lebih ew lagi, dia berjanji kepada tamannya untuk berbagi tips malam pertama kalau suatu hari sang teman menikahi seorang perempuan. Are you crazy?
Despite all of those, sang teman tetap memberikan standing-applause atas keberaniannya. Sang teman bangga karena memiliki sahabat yang telah berani menjinjing (bukan memikul) dengan cantik tanggung jawab pernikahan. Namun demikian, bukan berarti sang teman tidak meragukan kelanggengan pernikahan tersebut ketika ngerumpi dengn single-and-fabulous-gay yang lain. Well, you can do nothing about it.
Sebelum tujuh hari menjelang hari H, sang homo tidak merasakan apapun. Ritual adat yang disarangkan (untuk dilakukan) kedua orang tuanya dijalankan dengan baik. Toh ritual tersebut hanyalah sedikit pijat oleh tetua adat di sana serta pembagian undangan pada kerabat dekat yang harus dilakukannya sendiri. Masuk ke tujuh hari menjelang hari H, sang homo pun sadar bahwa pernikahan yang akan ia jalankan adalah nyata dan sudah di depan mata.
Sang homo pun kemudian curhat (like always) kepada temannya mengenai kecemasannya. Dengan berpura-pura bijak, sang teman berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak usah khawatir dengan malam pertama karena semua akan berjalan secara alamiah. Walaupun di akhir pembicaraan sang teman berkata, "You'll become someone else after the day," ia tetap menyemangai sang homo untuk tidak lari di hari penikahannya seperti Julia Robert di film "Runaway Bride".
Dan hari itu pun tiba. Kemeriahan pesta adat menenggelamkan semua redah dan gelisah sang homo meski tetap ia sempat ngeceng beberapa tamu cuco yang hadir di pernikahannya. Setelah upacara selesai, ia pun di suruh mertua untuk masuk ke kamar pengantin. Beruntung, saat itu istrinya nampak sudah terlelap tidur memunggunginya sehingga malam itu pun berlalu tanpa drama yang tidak perlu. Seremoni hari kedua pun di gelar dan pada malam harinya...
He fuck her? You wish... Masih belum terjadi apa pun karena keduanya berpendapat harus melewati masa perkenalan terlebih dahulu. Sungguh sebuah alasan yang dibuat-buat, bukan? Malam selanjutnya, mulailah terjadi pelukan dan ciuman and this time she use her tongue. Kaget! Sang homo berkata bahwa ia tidak bisa melakukan ciuman seperti itu. What a lie! Karenanya, mereka pun memutuskan untuk melakukannya perlahan and yes we won't see love scene to night. Malam berikutnya, sang istri berkata untuk tidak melakukannya malam ini (atau malam-malam selanjutnya) karena ia sedang menstruasi. What a relive.
Entah setan apa yang memasuki pikiran sang homo pada lima atau tujuh malam kemudian. Sang homo memerawani istrinya! Sungguh sebuah kegilaan luar biasa yang dia pun malu mengakuinya pada temannya. Ewww... Yang lebih ew lagi, dia berjanji kepada tamannya untuk berbagi tips malam pertama kalau suatu hari sang teman menikahi seorang perempuan. Are you crazy?
Despite all of those, sang teman tetap memberikan standing-applause atas keberaniannya. Sang teman bangga karena memiliki sahabat yang telah berani menjinjing (bukan memikul) dengan cantik tanggung jawab pernikahan. Namun demikian, bukan berarti sang teman tidak meragukan kelanggengan pernikahan tersebut ketika ngerumpi dengn single-and-fabulous-gay yang lain. Well, you can do nothing about it.
Thursday, April 15, 2010
BE A GAY ABOUT IT
Ketika mencari teman kencan:
Woman will select carefully every single man who came along. Men will always look at her body. And gay will ask him to go on bad if he likes and leave him if he doesn't likes.
Ketika jatuh cinta:
Woman will care very deeply to the one that she love. Men will give her what she needs. And gay will protect himself from broken heart.
Ketika diselingkuhi:
Woman will do cry even blame on herself for what have been done. Men will leave the untrusted woman no matter how sorry she is. And gay will sleep with the one that has been slept with his boyfriend.
Ketika berebut kecengan dengan teman:
Woman will give him up for her best friend. Men will push her choose between he and his friends. And gay will share him with his friend even doing threesome.
Ketika dipermalukan di depan umum:
Woman will run away and swear never go back again. Men will hit the one that embarrassed him. And gay play along the game to show how fabulous he is in public.
Woman will select carefully every single man who came along. Men will always look at her body. And gay will ask him to go on bad if he likes and leave him if he doesn't likes.
Ketika jatuh cinta:
Woman will care very deeply to the one that she love. Men will give her what she needs. And gay will protect himself from broken heart.
Ketika diselingkuhi:
Woman will do cry even blame on herself for what have been done. Men will leave the untrusted woman no matter how sorry she is. And gay will sleep with the one that has been slept with his boyfriend.
Ketika berebut kecengan dengan teman:
Woman will give him up for her best friend. Men will push her choose between he and his friends. And gay will share him with his friend even doing threesome.
Ketika dipermalukan di depan umum:
Woman will run away and swear never go back again. Men will hit the one that embarrassed him. And gay play along the game to show how fabulous he is in public.
Tuesday, March 30, 2010
WHAT TOOK YOU SO LONG, RICKY
Ricky Martin ngaku gay? It no surprise really. Sudah lama rumor ini berkembang dan di mata kaum gay sendiri Ricky Martin memang benar-benar terlihat gay. Bukan hanya karena penampilan fisiknya saja yang membuat semua gay berfantasi, tapi gaya bermusik dan menarinya pun kerap terlihat apa yang kita sebut ngondek. No hurt feeling Ricky, it's a compliment. Jadi, ketika pada hari ini ia mengumumkan secara luas bahwa dia seorang gay, should be we really surprised?
Dalam pengakuannya mengenai mengapa baru sekarang memproklamirkan diri, pelantun hits "Livin La Vida Loca" ini menyatakan bahwa ia takut popularitasnya akan meredup kalau mengaku gay. Ricky, it was so cemtury ago. Saat ini, menjadi gay tidak akan menghalangi seorang penyanyi untuk meraih kesuksesannya. Lihat para runner up (gay) American Idol itu yang karier bermusiknya terbukti lebih sukses bahkan jauh melampaui sang pemenang Amerikan Idol itu sendiri. Sebut saja Clay Aiken, David Archuletta, dan Adam Lambert yang meski memunculkan identitas ke-gay-annya, toh tetap disambut baik para penggemar musik.
Believe it or not, kaum gay menyumbang andil besar dalam industri musik. Taste musik yang dimiliki kaum gay dinilai dapat mewakili kedua kubu, perempuan dan laki-laki. Karenanya, sejumlah penyanyi yang diidolakan oleh banyak kaum gay sudah hampir dapat dipastikan bakal suskses besar. Lihat kesuksesan para Diva (yang notabene menjadi panutan kaum gay) tersebut. Kalian pikir apa yang membuat mereka sangat sukses? Tentu saja itu adalah andil besar kaum gay.
Analoginya seperti ini. Pendengar musik terdiri dari dua katagori, penikmat dan penggemar. Penggemar adalah mereka yang mendengarkan musik sambil lalu. Mereka akang ngeh pada satu artis kalau lagunya benar-benar ear-catching. Sementara itu, penggemar adalah mereka yang benar-benar mengapresiasi karya seorang musisi. Karenanya, mereka akan mengoleksi semua album, datang ke konser, serta selalu up-date informasi tantang artis yang digemarinya.
Lelaki hetero bisa dikatagorikan jarang masuk dalam katagiri penggemar apalagi penggila musisi tertentu. Kalaupun mereka suka pada satu artis tertentu, mereka akan mengeksresikan bentuk kesukaannya tersebut alakadarnya. Lelaki hetero akan lebih mengoleksi gadget atau otomotir terbaru daripada mengoleksi keseluruhan album penyanyi idolanya. Berbeda dengan perempuan yang akan melakukan apapun demi memiliki semua pernik penyanyi idolanya.
Masih ingat dengan euphoria boyband di akhir tahun 90-an? Pada era tersebut terlihat sangat jelas bahwa target market musik paling potensial (mendatangkan keuntungan) adalah kaum perempuan. Tapi tentu saja tidak semua penggemar boyband adalah keum perempuan. Ada pula kaum laki-laki yang menggemari boyband yang sudah hampir dapat dipastikan preferensi seksualnya seperti apa. Ya, kerumunan laki-laki yang mengantri tiket konser Backstreetboys, N*sync, dan Westlife adalah gay mereka akan mengoleksi semua pernak-pernik boyband tersebut. Sekadar informasi, gay saat ini tidak hanya menyukai musik-musik melow, musisi rock pun keram mereka idolakan terlebih bila vocalis grup musik rock tersebut tampan dan berbadan tegap.
Bisa dibilang kaum gay adalah penentu jumlah penggemar musisi tertentu. Misalnya saja penggemar musik terbagi dalam kelompok pria dan wanita (dalam jumlah yang sama). Kehadiran kaum gay akan menambah bobot kesuksesan musisi tersebut. Mungkin saja penggemar Clay Aiken terdiri dari laki-laki dan perempuan dalam jumlah berimbang. Kebarniannya mengutarakan jadi diri sebagai seorang gay kemudian membuat jumlah penggemarnya bertambah yaitu dari kalangan gay yang baik yang benar-benar menyukai musikalitasnya ataupun yang hanya menaruh simpati (sebagai sesama gay).
Jadi Ricky, Anda tidak harus khawatir kehilangan penggemar karena satu yang pasti penggemar gay Anda akan semakin loyal dengan pengakuan Anda tersebut. Welcome on board!
Dalam pengakuannya mengenai mengapa baru sekarang memproklamirkan diri, pelantun hits "Livin La Vida Loca" ini menyatakan bahwa ia takut popularitasnya akan meredup kalau mengaku gay. Ricky, it was so cemtury ago. Saat ini, menjadi gay tidak akan menghalangi seorang penyanyi untuk meraih kesuksesannya. Lihat para runner up (gay) American Idol itu yang karier bermusiknya terbukti lebih sukses bahkan jauh melampaui sang pemenang Amerikan Idol itu sendiri. Sebut saja Clay Aiken, David Archuletta, dan Adam Lambert yang meski memunculkan identitas ke-gay-annya, toh tetap disambut baik para penggemar musik.
Believe it or not, kaum gay menyumbang andil besar dalam industri musik. Taste musik yang dimiliki kaum gay dinilai dapat mewakili kedua kubu, perempuan dan laki-laki. Karenanya, sejumlah penyanyi yang diidolakan oleh banyak kaum gay sudah hampir dapat dipastikan bakal suskses besar. Lihat kesuksesan para Diva (yang notabene menjadi panutan kaum gay) tersebut. Kalian pikir apa yang membuat mereka sangat sukses? Tentu saja itu adalah andil besar kaum gay.
Analoginya seperti ini. Pendengar musik terdiri dari dua katagori, penikmat dan penggemar. Penggemar adalah mereka yang mendengarkan musik sambil lalu. Mereka akang ngeh pada satu artis kalau lagunya benar-benar ear-catching. Sementara itu, penggemar adalah mereka yang benar-benar mengapresiasi karya seorang musisi. Karenanya, mereka akan mengoleksi semua album, datang ke konser, serta selalu up-date informasi tantang artis yang digemarinya.
Lelaki hetero bisa dikatagorikan jarang masuk dalam katagiri penggemar apalagi penggila musisi tertentu. Kalaupun mereka suka pada satu artis tertentu, mereka akan mengeksresikan bentuk kesukaannya tersebut alakadarnya. Lelaki hetero akan lebih mengoleksi gadget atau otomotir terbaru daripada mengoleksi keseluruhan album penyanyi idolanya. Berbeda dengan perempuan yang akan melakukan apapun demi memiliki semua pernik penyanyi idolanya.
Masih ingat dengan euphoria boyband di akhir tahun 90-an? Pada era tersebut terlihat sangat jelas bahwa target market musik paling potensial (mendatangkan keuntungan) adalah kaum perempuan. Tapi tentu saja tidak semua penggemar boyband adalah keum perempuan. Ada pula kaum laki-laki yang menggemari boyband yang sudah hampir dapat dipastikan preferensi seksualnya seperti apa. Ya, kerumunan laki-laki yang mengantri tiket konser Backstreetboys, N*sync, dan Westlife adalah gay mereka akan mengoleksi semua pernak-pernik boyband tersebut. Sekadar informasi, gay saat ini tidak hanya menyukai musik-musik melow, musisi rock pun keram mereka idolakan terlebih bila vocalis grup musik rock tersebut tampan dan berbadan tegap.
Bisa dibilang kaum gay adalah penentu jumlah penggemar musisi tertentu. Misalnya saja penggemar musik terbagi dalam kelompok pria dan wanita (dalam jumlah yang sama). Kehadiran kaum gay akan menambah bobot kesuksesan musisi tersebut. Mungkin saja penggemar Clay Aiken terdiri dari laki-laki dan perempuan dalam jumlah berimbang. Kebarniannya mengutarakan jadi diri sebagai seorang gay kemudian membuat jumlah penggemarnya bertambah yaitu dari kalangan gay yang baik yang benar-benar menyukai musikalitasnya ataupun yang hanya menaruh simpati (sebagai sesama gay).
Jadi Ricky, Anda tidak harus khawatir kehilangan penggemar karena satu yang pasti penggemar gay Anda akan semakin loyal dengan pengakuan Anda tersebut. Welcome on board!
Tuesday, March 23, 2010
FFA'S B'DAY
Happy b'day Ffa...
You turn 21 now
You have to be wiser now
And (don't forget) you have a boyfriend now.
Happy b'day Ffa...
Here's special cake for you
Here's one sweet kiss for you
Here's my heart that you wanted as a present for you
Keep it don't you ever break it.
Happy b'day Ffa...
Wish you long life happyness
You turn 21 now
You have to be wiser now
And (don't forget) you have a boyfriend now.
Happy b'day Ffa...
Here's special cake for you
Here's one sweet kiss for you
Here's my heart that you wanted as a present for you
Keep it don't you ever break it.
Happy b'day Ffa...
Wish you long life happyness
Friday, March 12, 2010
SOUND GAY, ISN'T IT?
Bebarapa hal kerap di katakan atau dilakukan oleh kaum hetero yang terdengar atau terlihat gay. Well, at least for the author. Tak heran ketika kemudian penulis berfantasi mengenai ucapan dan perbuatan tersebut yang meski pada dasarnya lurus-lurus saja tapi tidak demikian halnya terjemahan di otak penulis. Berikut beberapa hal tersebut.
Pernah suatu kali salah seorang pejabat negeri ini(demi ketertiban umum, penulis tidak menyebutkan nama dan jabatan yang bersangkutan) mengucapkan, "Marilah kita mencintai sesama." Well, could it be anymore quereer? Tanpa bermaksud menuduh atau membelokkan makana pidato pejabat tersebut, penulis seperti mendengar restu bagi kaum homoseksual. Dalam imaji penulis, lanjutan pidato sang pejabat adalah peresmian undang-undang pernikahan sejenis serta perlindungan hak-hak kaum gay.
Salah sebuah negara di Timur Tengah mentradisikan sium pipi kiri dan kanan sebagai greeting yang di Indonesia dilambangkan dengan jabat tangan. Yang lebih menarik, cium pipi tersebut hanya berlaku untuk kaum pria dengan pria karena wanita (yang bukan muhrim) terlarang untuk disentuh apalagi disosor semacam itu. Wow! Wild isn't it? Pipi dan bibir jaraknya berdekatan, lho? Is that any possibility that that kissed lips on lips instead of cheek?
Superhero (bertopeng) kerap memiliki dua identitas berbeda. Di satu sisi dia adalah superhero berkekuatan luar bisa yang dapat menghalau semua tindak kejahatan musuh-musuhnya. Di sisi lain dia adalah seorang pengantar pizza, penulis berkacamata tebal, ataupun karyawati pecundang di sebuah perusahaan kosmetik. Mereka dipuja dengan semua tindakan heroiknya dan pada saat yang bersamaan kerap terabaikan atau bahkan teraniaya. Well, kehidupan gay tidak ubahnya seperti superhero dengan dualisme kepriabadian seperti tersebut di atas. Seperti superhero, kadang seorang gay dapat membuat karya-karya yang diakui manfaatnya bagi orang banyak. Namun demikian, ia harus menyembunyikan identitasnya demi ketertiban umum.
Statemen yang menyatakan "Hormati Perbedaan" terkadang hanya ditujukan untuk persamaan hak (lelaki dan perempuan), status sosial, suku bangsa, serta agama. Seorang tokoh pejuang HAM akan berteriak lantamg untuk kalimat tersebut di atas. Namun ketika homoseksualitas dimasukkan dalam pointer penjabaran kalimat tersebut, penulis ragu orang yang bersangkutan masih berteriak selantang itu. Ya, menghormati perbedaan tidak termasuk untuk kaum gay yang masih dipandang abnormal. Namun demikian, tetap saja penulis akan menerjemahkan kalimat hormati perbedaan tersebut dengan kalimat hormati kaum gay.
Dalam salah satu adegan serial SUPERNATURAL, kakak beradik Dean (diperankan oleh Jensen Ackles) dan Sam Winchester (diperankan oleh Jared Padalecki) yang saling melindungi satu sama lain terlihat begitu romantis untuk pasangan kakak adik. Dean (sang kakak) pernah berkata kepada adiknya (dengan jarak wajah yang teramat dekat), "Aku akan selalu menjaga dan melindungimu." Ah... So sweet. Kalau sudah demikian, sue me if I imagine the next scene is their love scene. Would be (and should be) HOT!
Pernah suatu kali salah seorang pejabat negeri ini(demi ketertiban umum, penulis tidak menyebutkan nama dan jabatan yang bersangkutan) mengucapkan, "Marilah kita mencintai sesama." Well, could it be anymore quereer? Tanpa bermaksud menuduh atau membelokkan makana pidato pejabat tersebut, penulis seperti mendengar restu bagi kaum homoseksual. Dalam imaji penulis, lanjutan pidato sang pejabat adalah peresmian undang-undang pernikahan sejenis serta perlindungan hak-hak kaum gay.
Salah sebuah negara di Timur Tengah mentradisikan sium pipi kiri dan kanan sebagai greeting yang di Indonesia dilambangkan dengan jabat tangan. Yang lebih menarik, cium pipi tersebut hanya berlaku untuk kaum pria dengan pria karena wanita (yang bukan muhrim) terlarang untuk disentuh apalagi disosor semacam itu. Wow! Wild isn't it? Pipi dan bibir jaraknya berdekatan, lho? Is that any possibility that that kissed lips on lips instead of cheek?
Superhero (bertopeng) kerap memiliki dua identitas berbeda. Di satu sisi dia adalah superhero berkekuatan luar bisa yang dapat menghalau semua tindak kejahatan musuh-musuhnya. Di sisi lain dia adalah seorang pengantar pizza, penulis berkacamata tebal, ataupun karyawati pecundang di sebuah perusahaan kosmetik. Mereka dipuja dengan semua tindakan heroiknya dan pada saat yang bersamaan kerap terabaikan atau bahkan teraniaya. Well, kehidupan gay tidak ubahnya seperti superhero dengan dualisme kepriabadian seperti tersebut di atas. Seperti superhero, kadang seorang gay dapat membuat karya-karya yang diakui manfaatnya bagi orang banyak. Namun demikian, ia harus menyembunyikan identitasnya demi ketertiban umum.
Statemen yang menyatakan "Hormati Perbedaan" terkadang hanya ditujukan untuk persamaan hak (lelaki dan perempuan), status sosial, suku bangsa, serta agama. Seorang tokoh pejuang HAM akan berteriak lantamg untuk kalimat tersebut di atas. Namun ketika homoseksualitas dimasukkan dalam pointer penjabaran kalimat tersebut, penulis ragu orang yang bersangkutan masih berteriak selantang itu. Ya, menghormati perbedaan tidak termasuk untuk kaum gay yang masih dipandang abnormal. Namun demikian, tetap saja penulis akan menerjemahkan kalimat hormati perbedaan tersebut dengan kalimat hormati kaum gay.
Dalam salah satu adegan serial SUPERNATURAL, kakak beradik Dean (diperankan oleh Jensen Ackles) dan Sam Winchester (diperankan oleh Jared Padalecki) yang saling melindungi satu sama lain terlihat begitu romantis untuk pasangan kakak adik. Dean (sang kakak) pernah berkata kepada adiknya (dengan jarak wajah yang teramat dekat), "Aku akan selalu menjaga dan melindungimu." Ah... So sweet. Kalau sudah demikian, sue me if I imagine the next scene is their love scene. Would be (and should be) HOT!
Thursday, March 04, 2010
SWEET MARCH
Before, someone has said that I'm the last men in his live before he decide to find a woman to married to. Sure I made him promise me that so he can live a life that he always wanted, married and have kids. Things that we could endure together. So, I free him for good.
And now, after almost a year, someone (a boy actually) came into my life and wanted me to be the last one. Deep down I said, "He didn't know what he talk about." And yet, I still wanted him to be my boyfriend. Little spoiled and has a lot of swinging mood, but that's OK cause I think I'm in love with him.
ALERT: I'm in danger! Beyonce said, "When it feels good, it's hurt sometime." What da hell. I'll take all that risk. Risk of broken heart, pain, cry, and other sad side of love. So, I dedicated these article for him. We initialed ourself as DIFFA. The union of our name. FFA, I love you...
And now, after almost a year, someone (a boy actually) came into my life and wanted me to be the last one. Deep down I said, "He didn't know what he talk about." And yet, I still wanted him to be my boyfriend. Little spoiled and has a lot of swinging mood, but that's OK cause I think I'm in love with him.
ALERT: I'm in danger! Beyonce said, "When it feels good, it's hurt sometime." What da hell. I'll take all that risk. Risk of broken heart, pain, cry, and other sad side of love. So, I dedicated these article for him. We initialed ourself as DIFFA. The union of our name. FFA, I love you...
Saturday, February 27, 2010
HAPPY BIRTH DAY
If I could that I would
Stop the world from going round and round
Can everything stand still?
No change, no growing old
Suddenly everybody got married, have a baby, got promoted, and so on and so on
What I have done in my life?
Please, not that question
I'm sick of it
I shout...
Somebody, anybody
Come to me and make my live brighter than ever
I mean, lonely and horny here...
Damn, I'm old!
Stop the world from going round and round
Can everything stand still?
No change, no growing old
Suddenly everybody got married, have a baby, got promoted, and so on and so on
What I have done in my life?
Please, not that question
I'm sick of it
I shout...
Somebody, anybody
Come to me and make my live brighter than ever
I mean, lonely and horny here...
Damn, I'm old!
Tuesday, February 09, 2010
BERTEORILAH
Banyak teori yang mengemukakan mengenai penyebab seseorang menjadi gay. Dua teori yang paling terkenal adalah teori-salah-asuhan dan teori-genetik-bawaan. Penjabaran dari kedua teori tersebut mengharuskan orang tua jangan-begini dan jangan-begitu dalam membesarkan anak. Kadar homoseksualitas seseorang pun kemudian dikalkulasi (layaknya sebuah variabel matematik) untuk mengetahui ke-gay-an seorang laki-laki. Pertanyaannya, semudah itukah homoseksual didefinisikan, diteorikan, dan kemudian disimpulkan? We don't think so...
Homoseksualitas itu lebih kompleks dari kelihatannya. Ia tidak seperti variable matematika yang dapat dikenakan pembobotan untuk kemudian dihitung dengan menggunakan teori tertentu yang hasilnya nanti dapat dijadikan rujukan dalam mengambil sebuah tindakan. Selain itu, satu rumus ilmiah (dalam hal ini teori psikologi) yang dinilai berhasil pada kasus tertentu (selain homoseksualitas) tidak akan menghasilkan keadaan serupa ketika ia diaplikasikan pada kasus gay.
Penyebab komoseksualitas itu tidak dapat diteorikan secara ilmiah. Mungkin benar, pola asuh dan gen mempengaruhi ke-gay-an seseorang. Namun demikian, teori tersebut bukanlah kalimat suci yang haram untuk dipertentangkan. Menilik dari beragamnya kasus awal mengapa seseorang kemudian menjadi gay, penulis berkesimpulan bahwa teori penyebab homoseksual pun harus diperlebar.
Kalau kita mempermasalahkan pola asuh, kasihan orangtua yang memiliki seorang anak gay karena secara tidak langsung merekalah yang akan dipersalahkan. Kalau mengkambinghitamkan gen, maka ditakutkan pembahasan ini akan berujung pada penggugatan mahakarya Sang Pencipta. Bukan, sekali lagi penulis menyangkal teori tersebut.
Penulis kemudian berasumsi. If someone will be gay, so be it. One way or another. Ya, ketika dari sononya seseorang memang ditakdirkan untuk menjadi gay, maka ia akan menemukan jalannya, apa pun caranya. Tidak peduli sehati-hati apapun orang tua mengasuhnya ataupun sehetero apapun gen bawaan dari orang tuanya.
Jadi, daripada berpolemik mengenai penyebab serta cara menyembuhkan gay, bukankah lebih baik Anda belajar menerima kenyataan akan keberadaan kaum gay? Karena disukai atau tidak, homoseksualitas adalah sebuah realita.
Homoseksualitas itu lebih kompleks dari kelihatannya. Ia tidak seperti variable matematika yang dapat dikenakan pembobotan untuk kemudian dihitung dengan menggunakan teori tertentu yang hasilnya nanti dapat dijadikan rujukan dalam mengambil sebuah tindakan. Selain itu, satu rumus ilmiah (dalam hal ini teori psikologi) yang dinilai berhasil pada kasus tertentu (selain homoseksualitas) tidak akan menghasilkan keadaan serupa ketika ia diaplikasikan pada kasus gay.
Penyebab komoseksualitas itu tidak dapat diteorikan secara ilmiah. Mungkin benar, pola asuh dan gen mempengaruhi ke-gay-an seseorang. Namun demikian, teori tersebut bukanlah kalimat suci yang haram untuk dipertentangkan. Menilik dari beragamnya kasus awal mengapa seseorang kemudian menjadi gay, penulis berkesimpulan bahwa teori penyebab homoseksual pun harus diperlebar.
Kalau kita mempermasalahkan pola asuh, kasihan orangtua yang memiliki seorang anak gay karena secara tidak langsung merekalah yang akan dipersalahkan. Kalau mengkambinghitamkan gen, maka ditakutkan pembahasan ini akan berujung pada penggugatan mahakarya Sang Pencipta. Bukan, sekali lagi penulis menyangkal teori tersebut.
Penulis kemudian berasumsi. If someone will be gay, so be it. One way or another. Ya, ketika dari sononya seseorang memang ditakdirkan untuk menjadi gay, maka ia akan menemukan jalannya, apa pun caranya. Tidak peduli sehati-hati apapun orang tua mengasuhnya ataupun sehetero apapun gen bawaan dari orang tuanya.
Jadi, daripada berpolemik mengenai penyebab serta cara menyembuhkan gay, bukankah lebih baik Anda belajar menerima kenyataan akan keberadaan kaum gay? Karena disukai atau tidak, homoseksualitas adalah sebuah realita.
Tuesday, January 05, 2010
THEM HATER
Problematika kaum gay nampaknya belum cukup ramai sehingga harus pula direcoki oleh kalangan yang memang tidak menyukai keberadaan homoseksual (di sini kita istilahkan saja mereka sebagai The Hater). Banyak alasan mengapa mereka membenci kaum gay.
Pertama tentu saja alasan agama. Mereka akan berkata agar kaum gay segera bertaubat kalau tidak mau azab-Nya akan menimpa. Ya, menurut mereka, tempat kembali kaum gay ada neraka. Mereka lupa bahwa tiap manusia mempunyai dosanya masing-masing. Ketika berbicara konsep dosa dan neraka pada kaum gay, seolah-olah merekalah orang yang bersih bebas dosa.
Kedua alasan norma dan susila. Standar ganda pun akan diperlakukan, kalau gay di luar negri ya biarkan saja. Toh mereka tidak lagi memegang norma. Tapi ini kan di Timur, kita hidup di negara yang menjunjung tinggi norma dan susila. Sepertinya, norma dan susila pula (yang dibuat terlalu ketat) yang mengekang dan mengangkangi hak kaum wanita sehingga timbul pelawanan dan pergerakan emansipasi. Ingat, ketika manusia diikat dan ditekan terlalu kuat, maka ia akan berontak dengan berbagai caranya.
Ketiga alasan kesehatan. Gay dipandang sebagai sumber segala biang penyakit (kelamin). Sebagian memandang penyakit ini kutukan ataupun azab dunia yang ditimpakan kepada kaum gay agar mereka segera bertobat. Di mata mereka, kaum gay tak ubahnya binatang yang dapat dengan mudah berhubungan seksual dengan siapa saja di mana saja tanpa mempertimbangkan aspek keamanan (dari penyakit). Mereka lupa bahwa orang baik-baik pun dapat terjangkit penyakit (seksual) dengan berbagai cara. Penulis pernah membaca kisa seorang wanita shalihah yang mengidap HIV/AIDS karena tertular dari suaminya yang doyan 'jajan'. Semua beresiko bukan?
Pertanyaannya, apakah kaum gay membahayakan dan mengobarkan api permusuhan dengan kalian wahat The Hater? Do your own business and we do our.
Pertama tentu saja alasan agama. Mereka akan berkata agar kaum gay segera bertaubat kalau tidak mau azab-Nya akan menimpa. Ya, menurut mereka, tempat kembali kaum gay ada neraka. Mereka lupa bahwa tiap manusia mempunyai dosanya masing-masing. Ketika berbicara konsep dosa dan neraka pada kaum gay, seolah-olah merekalah orang yang bersih bebas dosa.
Kedua alasan norma dan susila. Standar ganda pun akan diperlakukan, kalau gay di luar negri ya biarkan saja. Toh mereka tidak lagi memegang norma. Tapi ini kan di Timur, kita hidup di negara yang menjunjung tinggi norma dan susila. Sepertinya, norma dan susila pula (yang dibuat terlalu ketat) yang mengekang dan mengangkangi hak kaum wanita sehingga timbul pelawanan dan pergerakan emansipasi. Ingat, ketika manusia diikat dan ditekan terlalu kuat, maka ia akan berontak dengan berbagai caranya.
Ketiga alasan kesehatan. Gay dipandang sebagai sumber segala biang penyakit (kelamin). Sebagian memandang penyakit ini kutukan ataupun azab dunia yang ditimpakan kepada kaum gay agar mereka segera bertobat. Di mata mereka, kaum gay tak ubahnya binatang yang dapat dengan mudah berhubungan seksual dengan siapa saja di mana saja tanpa mempertimbangkan aspek keamanan (dari penyakit). Mereka lupa bahwa orang baik-baik pun dapat terjangkit penyakit (seksual) dengan berbagai cara. Penulis pernah membaca kisa seorang wanita shalihah yang mengidap HIV/AIDS karena tertular dari suaminya yang doyan 'jajan'. Semua beresiko bukan?
Pertanyaannya, apakah kaum gay membahayakan dan mengobarkan api permusuhan dengan kalian wahat The Hater? Do your own business and we do our.
Friday, January 01, 2010
SORRY...
SORRY...
Kalau kehadiran blog ini membuat terusik beberapa pihak yang memang tidak bersimpati atas kehadiran blog sejenis ini. Perlu diketahui bahwa maksud dan tujuan pembuatan blog ini bukan untuk menyakiti pihak tertentu. Kalaupun content yang ditampilkan di sini menyinggung perasaan dan mengusik nurani beberapa kalangan, sekali lagi diucapkan SORRY... karena memang itu diluar kendali.
SORRY...
Untuk tidak mampu memahami pola pokir dan opini yang coba dimunculkan di sini. Tentu saja, semua pihak boleh setuju dan boleh tidak. Bila opini yang disampaikan di sini terkesan 'nyeleneh' itu bukanlah tujuan agar blog ini menuai kontroversi sebagaimana logika artis yang menyatakan semakin kontrovesi semakin hoki. Bukan, ini tidak lebih dari kejujuran.
SORRY...
Pada 'kambing hitam' yang telah rela dikorbankan demi menjaga privasi narasumber blog ini. Menulis adalah keahlian sang kambing hitam sehingga rasa simpatinya pada kaum gay disampaikan melalui cara yang ia bisa. Semoga hal ini tidak menjadi dilama berkepanjangan pada sang kambing hitam. Ah, kambing hitam...
SORRY...
Untuk opini yang tidak akan pernah bisa mati hanya karena sebuah larangan dan ultimatum. Bukankah sudah banyak contohnya yang menggambarkan betapa raga bisa dipenjara namun jiwa dan pemikiran akan senantiasa bebas sebagaimana keharusannya. Ya, telah diputuskan bahwa blog ini akan kembali (menyapa follower setianya) apa pun yang terjadi.
And SORRY...
Kepada follower yang selama hampir lima bulan ini merasa kehilangan postingan terbaru. Sungguh sebuah rasa haru tersendiri dalam waktu jeda lima bulan tersebut follower blog ini tetap bertambah. Terima kasih atas kepercayaan mengikuti blog ini. Semoga senantiasa dapat memuaskan keingingan kalian semua.
And here we go...
Kalau kehadiran blog ini membuat terusik beberapa pihak yang memang tidak bersimpati atas kehadiran blog sejenis ini. Perlu diketahui bahwa maksud dan tujuan pembuatan blog ini bukan untuk menyakiti pihak tertentu. Kalaupun content yang ditampilkan di sini menyinggung perasaan dan mengusik nurani beberapa kalangan, sekali lagi diucapkan SORRY... karena memang itu diluar kendali.
SORRY...
Untuk tidak mampu memahami pola pokir dan opini yang coba dimunculkan di sini. Tentu saja, semua pihak boleh setuju dan boleh tidak. Bila opini yang disampaikan di sini terkesan 'nyeleneh' itu bukanlah tujuan agar blog ini menuai kontroversi sebagaimana logika artis yang menyatakan semakin kontrovesi semakin hoki. Bukan, ini tidak lebih dari kejujuran.
SORRY...
Pada 'kambing hitam' yang telah rela dikorbankan demi menjaga privasi narasumber blog ini. Menulis adalah keahlian sang kambing hitam sehingga rasa simpatinya pada kaum gay disampaikan melalui cara yang ia bisa. Semoga hal ini tidak menjadi dilama berkepanjangan pada sang kambing hitam. Ah, kambing hitam...
SORRY...
Untuk opini yang tidak akan pernah bisa mati hanya karena sebuah larangan dan ultimatum. Bukankah sudah banyak contohnya yang menggambarkan betapa raga bisa dipenjara namun jiwa dan pemikiran akan senantiasa bebas sebagaimana keharusannya. Ya, telah diputuskan bahwa blog ini akan kembali (menyapa follower setianya) apa pun yang terjadi.
And SORRY...
Kepada follower yang selama hampir lima bulan ini merasa kehilangan postingan terbaru. Sungguh sebuah rasa haru tersendiri dalam waktu jeda lima bulan tersebut follower blog ini tetap bertambah. Terima kasih atas kepercayaan mengikuti blog ini. Semoga senantiasa dapat memuaskan keingingan kalian semua.
And here we go...
Monday, December 07, 2009
DIVA
Gay mana yang tidak mengidolakan Mariah Carey, Whitney Houston, Beyonce, Christina Aguilera, Rihanna, dan juga Britney Spears. Atau dalam versi lokal, gay mana yang tidak menggilai Krisdayanti, Reza, Titi DJ, Agnes Monica, dan juga Bunga Citra Lestaro. Jawabannya, tidak ada! Sudah hampir dapat dipastikan bahwa semua gay menyukai diva, baik lokal maupun internasional.
Apa yang membuat mereka menyukai para Diva? Tidak lain adalah karena para diva itu dapat mewakili semua fantasi kaum gay yang susah terwujud kalau disebut tidak bisa terlalu skeptis. Terkenal, memiliki tubuh indah, talenta (tidak hanya dalam hal musik tapi juga dalam hal seni peran) luar baiasa, gaya hidup serba glamor, serta dikelilingi (baik yang sudah menjadi suami ataupun yang baru sekadar menjadi pacar) laki-laki kaya, tampan, dan sangat mencintainya adalah fantasi terindah semua gay.
Satu hal yang paling penting dari keberadaan seorang Diva adalah pesonanya untuk selalu menjadi pusat perhatian, dimanapun dan kapanpun. Kalau kemudian penulis berkesimpulan bahwa ada Diva dalam diri setiap gay, maka hal itu tidaklah terlalu berlebihan. Sudah menjadi kodratnya bahwa semua gay selalu ingin menjadi pusat perhatian terlepas dari besar kecilnya keinginan tersebut. Tidak peduli apakah ia berada di pusat perbelanjaan, tempat-tempat umum, gathering party, bahkan ketika ia hanya berkumpul dengan teman-teman satu genk; seorang gay selalu ingin tampil mejadi pusat perhatian.
Kalau Beyonce berkata bahwa Diva is a female version of a hustler, maka penulis berpendapat bahwa Diva adalah versi gay dari seorang lelaki yang selalu ingin tampil (dengan berbagai cara) dan karenanya ia eksis (baik dalam pencitraan yang baik maupun buru) dalam komunitasnya. Tentu, di sini kita tidak bicara tentang talenta bernyanyi ataupun kepiawaian bermain watak dalam sebuah adegan film.
Seorang teman pernah curhat bahwa adik lelakinya terlihat sangat cowok and there's noway he could be a gay. Namun demikian, sang adik adalah penggemar berat Beyonce Knowles. Mulai dari koleksi lengkap semua album yang dikeluarkan Beyonce baik sebagai soloist maupun ketika tergabung dalam grous Destiny's Child sampai menjadi member situs resmi sang Diva. Di akhir curhat, penulis hanya bisa berpesan, "Jangan terlalu yakin dulu adikmu bukan homo."
Apa yang membuat mereka menyukai para Diva? Tidak lain adalah karena para diva itu dapat mewakili semua fantasi kaum gay yang susah terwujud kalau disebut tidak bisa terlalu skeptis. Terkenal, memiliki tubuh indah, talenta (tidak hanya dalam hal musik tapi juga dalam hal seni peran) luar baiasa, gaya hidup serba glamor, serta dikelilingi (baik yang sudah menjadi suami ataupun yang baru sekadar menjadi pacar) laki-laki kaya, tampan, dan sangat mencintainya adalah fantasi terindah semua gay.
Satu hal yang paling penting dari keberadaan seorang Diva adalah pesonanya untuk selalu menjadi pusat perhatian, dimanapun dan kapanpun. Kalau kemudian penulis berkesimpulan bahwa ada Diva dalam diri setiap gay, maka hal itu tidaklah terlalu berlebihan. Sudah menjadi kodratnya bahwa semua gay selalu ingin menjadi pusat perhatian terlepas dari besar kecilnya keinginan tersebut. Tidak peduli apakah ia berada di pusat perbelanjaan, tempat-tempat umum, gathering party, bahkan ketika ia hanya berkumpul dengan teman-teman satu genk; seorang gay selalu ingin tampil mejadi pusat perhatian.
Kalau Beyonce berkata bahwa Diva is a female version of a hustler, maka penulis berpendapat bahwa Diva adalah versi gay dari seorang lelaki yang selalu ingin tampil (dengan berbagai cara) dan karenanya ia eksis (baik dalam pencitraan yang baik maupun buru) dalam komunitasnya. Tentu, di sini kita tidak bicara tentang talenta bernyanyi ataupun kepiawaian bermain watak dalam sebuah adegan film.
Seorang teman pernah curhat bahwa adik lelakinya terlihat sangat cowok and there's noway he could be a gay. Namun demikian, sang adik adalah penggemar berat Beyonce Knowles. Mulai dari koleksi lengkap semua album yang dikeluarkan Beyonce baik sebagai soloist maupun ketika tergabung dalam grous Destiny's Child sampai menjadi member situs resmi sang Diva. Di akhir curhat, penulis hanya bisa berpesan, "Jangan terlalu yakin dulu adikmu bukan homo."
Sunday, December 06, 2009
STRAIGHT, ARE YOU SURE?
Hanya ada dua tipe laki-laki di muka bumi ini. Pertama adalah lelaki homo yang menyadari dirinya homo dan mereka nyaman dengan hasrat seksualnya kepada sesama laki-laki. Kepada lelaki tipe ini, kita ucapkan, "Congratulation and enjoy." Kedua adalah lelaki hetero yang tidak mengetahui bahwa seks juga bisa dilakukan dengan sesama lelaki. Kepada lelaki tipe ini, kita ucapkan, "Yaiks! Berapa umurmu sekarang? 25? Well, itu adalah 25 tahun yang sia-sia." Adalah tugas tugas besar kita untuk menyadarkan mereka bahwa mereka memiliki pilihan alternatif seks selain dengan perempuan. Bagaimana caranya?
Seorang teman pernah memberikan tips; dapatkan respek darinya terlebih dahulu. Ya, ketika kamu menyukai seorang laki-laki (di pusat perbelanjaan, kendaraan umum, pameran, dsb.) dan kamu yakin sekali bahwa orang yang bersangkutan straight, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah berteman dengannya. Ajak dia ngobrol berbagai hal yang menjadi konsern-nya. Di akhir pembicaraan, mintalah nomor teleponnya. Ketika telah terjamin kenyamanan via SMS-an, ajaklah dia bertemu di suatu tempat untuk lebih mengakrabkan persahabatan tersebut. Setelah pertemuan ke-sekian dan berdua kalian sudah benar-benar merasa nyaman satu sama lain, ajaklah dia ke tempat yang lebih bersifat personal, misal tempat kosnya ataupun tempat tinggal kita. Dan disinilah ritual pemletekan bisa kamu lakukan. Tentunya, semua harus dilakukan dengan smooth dan penuh pertimbangan.
Takut dia menolak dan akhirnya membenci kita? Kekhawatiran tersebut tidak seharusnya ada. Mengapa? Paling tidak, ada beberapa indikator bahwa ia memiliki potensi menjadi homo. Pertama, seorang lelaki straight yang benar-benar lurus tidak akan sembarangan memberikan nomor teleponnya kepada lelaki asing yang baru pertama ia kenal. Kedua, tanpa adanya something in common misal hobby atau semacamnya, seorang lelaki straight yang benar-benar lurus tidak akan mau diajak bertemu dan berduaan dengan lelaki meski di tempat umum. Dan ketiga, lelaki straight yang benar-benar lurus akan menolak diajak ngamar di tempat kos.
Memang, kemungkinan terburuk bahwa dia akan menolak dan bertindak agresif tentu saja akan ada. Namun demikian, seperti disebutkan di awal, respek yang telah tumbuh sebagai konsekwensi pertemanan yang sebelumnya telah terjalin akan meminimalisir kemungkinan buruk tersebut. Paling tidak, dia akan menolak dengan cara halus. Kalaupun setelah kejadian tersebut dia mejauh atau menjaga jarak, nothing to lose, rite?
Sebagian lelaki straight menikmati seks dengan sesama jenis. Namun demikian, terkadang mereka enggan disebut homo karena stereotipe gay di mata masyarakat adalah lelaki kemayu yang kerap menjadi bahan cemoohan masyarakat. "Banci!" kata mereka. Menanggapi hal ini, kita bisa mengatakan pada lelaki seperti ini bahwa seks dengan sesama lelaki tidak akan secara otimatis mengubahnya menjadi gay. Kalau dia ingin tetap disebut sebagai lelaki tulen, so be it! Kita tidak perlu mati-matian berargumen bahwa dia sebenarnya memang gay.
Seks dengan sesama jenis, bagi sebagian lelaki straight mungkin terdengar menggelikan. Di sini kita perlu memberikan pengertian kepada lelaki seperti ini bahwa semua tentang melampiaskan hasrat seksual. Tidak usahlah dipikirkan dengan siapa hal tersebut dilakukan. Yang jelas, sensasi yang akan didapatkannya dari seks dengan sesama lelaki tidak akan kalah dengan sensasi seks yang ia dapatkan dengan lawan jenis, bahkan mungkin lebih. Tidak percaya? Seorang lelaki straight yang pernah merasakan seks dengan sesama jenis akan memiliki kecenderungan untuk melakukaknnya lagi jika ia memiliki kesempatan. Mengapa? Karena ada tantangan di sana. Sementara lelaki gay yang pernah mencoba melakukan seks dengan lawan jenisnya tidak akan merasakan excitement berlebihan. Ia akan menjadikan hal itu sebagai sebuah pembuktian dan ketika hal tersebut sudah dilakukan, maka tidak ada alasan lagi dia melakukannya lagi.
Memberikan pengalaman seks (dengan sesama pria) untuk pertama kali pada seorang laki-laki straight tentu memberikan sebuah tantangan tersendiri. Bagi lelaki straight, penulis berpesan agar tidak terlalu yakin diri Anda straight sampai pernah mencoba seks dengan sesama jenis. Kalau setelah melakukan seks dengan sesama jenis kecenderungan seksual masih lebih berat ke perempuan, well penulis tidak akan bayak bicara lagi. Namun kalau setelah melakukan seks dengan sesama Anda ketagihan dan hasrat untuk melakukannya lagi bertambah besar dari hari ke hari, well, you know what to do.
Seorang teman pernah memberikan tips; dapatkan respek darinya terlebih dahulu. Ya, ketika kamu menyukai seorang laki-laki (di pusat perbelanjaan, kendaraan umum, pameran, dsb.) dan kamu yakin sekali bahwa orang yang bersangkutan straight, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah berteman dengannya. Ajak dia ngobrol berbagai hal yang menjadi konsern-nya. Di akhir pembicaraan, mintalah nomor teleponnya. Ketika telah terjamin kenyamanan via SMS-an, ajaklah dia bertemu di suatu tempat untuk lebih mengakrabkan persahabatan tersebut. Setelah pertemuan ke-sekian dan berdua kalian sudah benar-benar merasa nyaman satu sama lain, ajaklah dia ke tempat yang lebih bersifat personal, misal tempat kosnya ataupun tempat tinggal kita. Dan disinilah ritual pemletekan bisa kamu lakukan. Tentunya, semua harus dilakukan dengan smooth dan penuh pertimbangan.
Takut dia menolak dan akhirnya membenci kita? Kekhawatiran tersebut tidak seharusnya ada. Mengapa? Paling tidak, ada beberapa indikator bahwa ia memiliki potensi menjadi homo. Pertama, seorang lelaki straight yang benar-benar lurus tidak akan sembarangan memberikan nomor teleponnya kepada lelaki asing yang baru pertama ia kenal. Kedua, tanpa adanya something in common misal hobby atau semacamnya, seorang lelaki straight yang benar-benar lurus tidak akan mau diajak bertemu dan berduaan dengan lelaki meski di tempat umum. Dan ketiga, lelaki straight yang benar-benar lurus akan menolak diajak ngamar di tempat kos.
Memang, kemungkinan terburuk bahwa dia akan menolak dan bertindak agresif tentu saja akan ada. Namun demikian, seperti disebutkan di awal, respek yang telah tumbuh sebagai konsekwensi pertemanan yang sebelumnya telah terjalin akan meminimalisir kemungkinan buruk tersebut. Paling tidak, dia akan menolak dengan cara halus. Kalaupun setelah kejadian tersebut dia mejauh atau menjaga jarak, nothing to lose, rite?
Sebagian lelaki straight menikmati seks dengan sesama jenis. Namun demikian, terkadang mereka enggan disebut homo karena stereotipe gay di mata masyarakat adalah lelaki kemayu yang kerap menjadi bahan cemoohan masyarakat. "Banci!" kata mereka. Menanggapi hal ini, kita bisa mengatakan pada lelaki seperti ini bahwa seks dengan sesama lelaki tidak akan secara otimatis mengubahnya menjadi gay. Kalau dia ingin tetap disebut sebagai lelaki tulen, so be it! Kita tidak perlu mati-matian berargumen bahwa dia sebenarnya memang gay.
Seks dengan sesama jenis, bagi sebagian lelaki straight mungkin terdengar menggelikan. Di sini kita perlu memberikan pengertian kepada lelaki seperti ini bahwa semua tentang melampiaskan hasrat seksual. Tidak usahlah dipikirkan dengan siapa hal tersebut dilakukan. Yang jelas, sensasi yang akan didapatkannya dari seks dengan sesama lelaki tidak akan kalah dengan sensasi seks yang ia dapatkan dengan lawan jenis, bahkan mungkin lebih. Tidak percaya? Seorang lelaki straight yang pernah merasakan seks dengan sesama jenis akan memiliki kecenderungan untuk melakukaknnya lagi jika ia memiliki kesempatan. Mengapa? Karena ada tantangan di sana. Sementara lelaki gay yang pernah mencoba melakukan seks dengan lawan jenisnya tidak akan merasakan excitement berlebihan. Ia akan menjadikan hal itu sebagai sebuah pembuktian dan ketika hal tersebut sudah dilakukan, maka tidak ada alasan lagi dia melakukannya lagi.
Memberikan pengalaman seks (dengan sesama pria) untuk pertama kali pada seorang laki-laki straight tentu memberikan sebuah tantangan tersendiri. Bagi lelaki straight, penulis berpesan agar tidak terlalu yakin diri Anda straight sampai pernah mencoba seks dengan sesama jenis. Kalau setelah melakukan seks dengan sesama jenis kecenderungan seksual masih lebih berat ke perempuan, well penulis tidak akan bayak bicara lagi. Namun kalau setelah melakukan seks dengan sesama Anda ketagihan dan hasrat untuk melakukannya lagi bertambah besar dari hari ke hari, well, you know what to do.
Friday, December 04, 2009
PSIKOLOGI KEBALIKAN (GAY VERSION)
Laki-laki. Mereka kerap melakukan segala cara demi mendapatkan yang diinginkan. Lelaki kadang bisa bersikap sangat manis meski dibalik semua itu ia menimpan maksuid tertentu. Adalah wanita, makhluk yang mudah terbuai dengan tipu muslihat itu. Ya, wanita kadang terlalu buta untuk menyadari bahwa dirinya telah dimanfaatkan oleh laki-laki karena sebelumnya telah dijanjikan 'surga'. Well, hal tersebut tidak akan terjadi pada lelaki homo. Kaum gay sudah teramat sangat paham dengan perangai dasar lelaki tersebut sehingga ia tidak mudah terbuai. Ya, siapa yang lebih mengenal laki-laki selain kaumnya sendiri?
Dalam dunia gay, ada beberapa perangai laki-laki yang sudah seharusnya diwaspadai kalau memang ia tidak mau dipermainkan. Sebut ini bebagai psikologi kebalikan, sebuah perilaku berlawanan dengan kenyataan demi menutupi kebenaran yang yang tidak ingin diketahui oleh si calon korban. Apa saja psikologi kebalikan tersebut? Berikut 5 hal yang patut diwaspadai.
Saat pertama berkenalan via SMS, sebagian lelaki kadang kerap membanggakan keindahan fisiknya kepada calon teman kencannya. Menghadapi laki-laki seperti ini, kita harus waspada. Jangan keburu membayangkan keindahan ragawi para model itu kalau tidak mau nanti saat bertemu Anda kecewa. Ya, kemungkinan besar, lelaki yang kerap menyamakan fisiknya dengan beberapa artis tanpan pada kenyataanya tidak tampan sama sekali. Psikologi kebalikannya adalah; seroang lelaki yang memang benar-benar tampan dia tidak perlu menyombongkan diri dengan menyamakan dirinya dengan artis tertentu dan hanya lelaki buruk rupalah yang dengan arogannya menyatakan diri setampan artis X atau Y.
Beberapa gay bottom akan mengaku dirinya versatile. Mengapa mereka malukan hal ini? Tidak lebih karena bottom cenderung diasosiasikan sebagai gay kemayu dan ya bahkan gay yang jelas-jelas ngondek sekalipun kerap il-feel pada gay kemayu. Psikologi kebalikannya adalah; dengan mangaku versatile seorang bottom akan memiliki lebih banyak peluang melakukan seks entah dengan top atau dengan dengan yang bottom sekalipun. Tentu saja, tujuan mereka adalah mendapatkan teman kencan top. Namun kalau ternyata dia menemukan teman bottom juga, ya apa boleh buat. Sex must go on. "Apa susahnya menjadi top. Toh untuk menjadi top kita hanya butuh ereksi, bukan?"
Jangan percaya dengan laki-laki yang dengan mudah mengatakan cinta. Yupe, easy come easy go. Sesuatu yang dengan mudah diucapkan akan mudah pula dilupakan. Karenanya, kita tidak boleh percaya pernyataan cinta dari seorang gay pada saat kencan pertama, terlebih lagi ketika belum bertemu langsung atau melakukan seks. Psikologi kebalikannya adalah; sebelum ini ia pernah melakukan hal yang sama dengan orang yang berbeda dan ditolak. Baginya, ini tidak lebih dari sebuah iseng-iseng berhadiah. Syukur kalau diterima, kalau tidak ya cari yang lain lagi. Bukankah untuk menjalani sebuah hubungan, kita harus diperlakukan spesial dan bukannya sekadar objek iseng-iseng berhadiah?
Waspadai pacar yang tiba-tiba bersikap manis atau memberikan gift tanpa adanya specail occasion. Bisa jadi, di belakang kita dia telah melakukan sebuah tindakan yang melanggar komitmen. Psikologi kebalikannya adalah; dia berusaha mati-matian (dengan bersikap manis atau pemberiah hadiah tersebut) untuk menyembunyikan sesuatu. Ya, semua itu dilakukan agar sang pacar tidak mengendus sesuatu yang mencurikan karena ia sudah cukup bahagia denga perlakukan masin atau hadiah diberikan sebagai surprise. Well, well, wel... We can't fell for it.
Apalagi yang dapat menjadi kebanggaan seorang laki-laki kalau bukan memiliki ukuran alat kelamin yang di atas rata-rata. Namun demikian, lelaki yang kerap mengatakan dirinya memiliki alat kelamin yang besar, sudah hampir dapat dipastikan ukuran penisnya tidak sebesar omong kosongnya. Psikologi kebalikannya adalah; ukuran penis yang besar tidak butuh dipromosikan melalui kata-kata tapi pembuktian. Si empunya penis besar dan panjang tidak harus mati-matian mempromosikan sang junior karena orang-orang yang pernah merasakannya tentu akan bercerita pada orang lain dan hal ini dinilai sebagai penilaian yang lebih valid karena base on experience.
Ya, seharusnya semua gay sudah sangat aware dengan perilaku tersebut di atas. Namun demikian, toh masih ada saja gay yang termakan omong kosong. Well, gay seperti itu harus sering menunjungi blog ini. Gay, you have to learn.
Dalam dunia gay, ada beberapa perangai laki-laki yang sudah seharusnya diwaspadai kalau memang ia tidak mau dipermainkan. Sebut ini bebagai psikologi kebalikan, sebuah perilaku berlawanan dengan kenyataan demi menutupi kebenaran yang yang tidak ingin diketahui oleh si calon korban. Apa saja psikologi kebalikan tersebut? Berikut 5 hal yang patut diwaspadai.
Saat pertama berkenalan via SMS, sebagian lelaki kadang kerap membanggakan keindahan fisiknya kepada calon teman kencannya. Menghadapi laki-laki seperti ini, kita harus waspada. Jangan keburu membayangkan keindahan ragawi para model itu kalau tidak mau nanti saat bertemu Anda kecewa. Ya, kemungkinan besar, lelaki yang kerap menyamakan fisiknya dengan beberapa artis tanpan pada kenyataanya tidak tampan sama sekali. Psikologi kebalikannya adalah; seroang lelaki yang memang benar-benar tampan dia tidak perlu menyombongkan diri dengan menyamakan dirinya dengan artis tertentu dan hanya lelaki buruk rupalah yang dengan arogannya menyatakan diri setampan artis X atau Y.
Beberapa gay bottom akan mengaku dirinya versatile. Mengapa mereka malukan hal ini? Tidak lebih karena bottom cenderung diasosiasikan sebagai gay kemayu dan ya bahkan gay yang jelas-jelas ngondek sekalipun kerap il-feel pada gay kemayu. Psikologi kebalikannya adalah; dengan mangaku versatile seorang bottom akan memiliki lebih banyak peluang melakukan seks entah dengan top atau dengan dengan yang bottom sekalipun. Tentu saja, tujuan mereka adalah mendapatkan teman kencan top. Namun kalau ternyata dia menemukan teman bottom juga, ya apa boleh buat. Sex must go on. "Apa susahnya menjadi top. Toh untuk menjadi top kita hanya butuh ereksi, bukan?"
Jangan percaya dengan laki-laki yang dengan mudah mengatakan cinta. Yupe, easy come easy go. Sesuatu yang dengan mudah diucapkan akan mudah pula dilupakan. Karenanya, kita tidak boleh percaya pernyataan cinta dari seorang gay pada saat kencan pertama, terlebih lagi ketika belum bertemu langsung atau melakukan seks. Psikologi kebalikannya adalah; sebelum ini ia pernah melakukan hal yang sama dengan orang yang berbeda dan ditolak. Baginya, ini tidak lebih dari sebuah iseng-iseng berhadiah. Syukur kalau diterima, kalau tidak ya cari yang lain lagi. Bukankah untuk menjalani sebuah hubungan, kita harus diperlakukan spesial dan bukannya sekadar objek iseng-iseng berhadiah?
Waspadai pacar yang tiba-tiba bersikap manis atau memberikan gift tanpa adanya specail occasion. Bisa jadi, di belakang kita dia telah melakukan sebuah tindakan yang melanggar komitmen. Psikologi kebalikannya adalah; dia berusaha mati-matian (dengan bersikap manis atau pemberiah hadiah tersebut) untuk menyembunyikan sesuatu. Ya, semua itu dilakukan agar sang pacar tidak mengendus sesuatu yang mencurikan karena ia sudah cukup bahagia denga perlakukan masin atau hadiah diberikan sebagai surprise. Well, well, wel... We can't fell for it.
Apalagi yang dapat menjadi kebanggaan seorang laki-laki kalau bukan memiliki ukuran alat kelamin yang di atas rata-rata. Namun demikian, lelaki yang kerap mengatakan dirinya memiliki alat kelamin yang besar, sudah hampir dapat dipastikan ukuran penisnya tidak sebesar omong kosongnya. Psikologi kebalikannya adalah; ukuran penis yang besar tidak butuh dipromosikan melalui kata-kata tapi pembuktian. Si empunya penis besar dan panjang tidak harus mati-matian mempromosikan sang junior karena orang-orang yang pernah merasakannya tentu akan bercerita pada orang lain dan hal ini dinilai sebagai penilaian yang lebih valid karena base on experience.
Ya, seharusnya semua gay sudah sangat aware dengan perilaku tersebut di atas. Namun demikian, toh masih ada saja gay yang termakan omong kosong. Well, gay seperti itu harus sering menunjungi blog ini. Gay, you have to learn.
Wednesday, November 25, 2009
ANTI AGING
Seorang gay pernah barkata bahwa umur laki-laki homo akan berhenti pada usia 25 tahun. Tentu saja, terjemahan statement ini adalah bukan berarti seorang gay memiliki kekuatan untuk terus menerus menjadi muda.
Adalah lelaki gay selalu ingin terlihat mudah dan menarik. Hal ini diperlukan untuk menarik sesama jenisnya (lelaki homo) yang notabene adalah makhluk visual yang selalu mengutamakan penampilan (baca: yang mudah dan segar). Ya, semua laki-laki (bukan hanya homo) akan memilih teman kencan yang lebih muda ketika ia disuruh memilih antara teman kencan yang masih brondong atau yang paruh baya. Sebagian gay berpendapat bahwa melakukan seks dengan partner yang lebih muda adalah salah satu cara mempertahankan kemudaan yang bersangkutan. Tentu saja, kebenaran hal ini masih diragukan.
Mahfum adanya ketika kemudian seorang gay merahasiakan umur yang sebenarnya dengan menyebutkan digit angka yang lebih muda ketika ditanya perihal usia. Seorang teman yang berumur akhir kepala dua pernah mendapatkan pengalaman kurang mengenakkan tentang hal ini. Diceritakan ia tengah chatting dan ketika dia ditanya tentang usia dan dijawab 29 tahun, sang teman chatting berkata, "Udah tua ya? Sorry, gue nyari yang muda." Damn! Jujur, dari penampilannya, sang teman tidak terlihat terlalu tua. Untuk ukuran pria 29 tahun, dia masih terlihat segar dan bisa saja disebut 25 atau 26 tahun. Sedikit korupsi umur tidak mengapa. Toh, ini tidak terdengar seperti sensus penduduk atau semacamnya. Dan seperti telah dinyatakan sebelumnya bahwa kebanyakan gay memang telah men-discount umurnya ketika berkenalan dengan seorang teman gay.
Apakah kemudian hal ini membuat gay terobsesi dengan kemudaan dan mengidap gerascophobia atau fobia tua? Mungkin tidak sampai sejauh itu. Tapi yang jelas, seorang gay akan berusaha mempertahankan kemudaannya dengan berbagai cara semisal pemakaian produk perawatan tubuh serta mengenakan pakaian yang bernuansa muda. Kalau dilihat ke dalam kamarnya, seorang gay pasti memiliki aneka face-cream yang berfungsi untuk meremajakan kulit baik yang bermerek dan mahal harganya ataupun yang tidak jelas labelnya dan harganya 5 kali lipat lebih murah. Dalam hal pakaian, seorang gay sangat anti mengenakan setelah kemeja dan celana bahan. Pakaian seperti ini diyakini hanya akan dipakai oleh laki-laki yang berusia 30 tahun ke atas. Karenanya, dalam lemarinya, seorang gay mengoleksi t-shirt aneka warna, bentuk, dan gambar-sablonan agar ia terlihat muda. Kemeja-kemeja ini akan ia padukan dengan jeans aneka bentuk dan warna.
Jadi, terjemahan statement pembuka artikel ini adalah bahwa ketika seorang gay berusia 26 tahun, maka ia akan menyembunyikan 1 tahun usia sebenenarnya ketika berkenalan. Ketika seorang gay berusia 27 tahun, maka ia akan menyembunyikan 2 tahun usia sebenenarnya ketika berkenalan. Ketika seorang gay berusia 28 tahun, maka ia akan menyembunyikan 3 tahun usia sebenenarnya ketika berkenalan. Dan demikian seterusnya sehingga selamanya ia akan berkata, "Umurku 25 tahun." kepada kenalannya.
Well, anything to keep you fabulous...
Adalah lelaki gay selalu ingin terlihat mudah dan menarik. Hal ini diperlukan untuk menarik sesama jenisnya (lelaki homo) yang notabene adalah makhluk visual yang selalu mengutamakan penampilan (baca: yang mudah dan segar). Ya, semua laki-laki (bukan hanya homo) akan memilih teman kencan yang lebih muda ketika ia disuruh memilih antara teman kencan yang masih brondong atau yang paruh baya. Sebagian gay berpendapat bahwa melakukan seks dengan partner yang lebih muda adalah salah satu cara mempertahankan kemudaan yang bersangkutan. Tentu saja, kebenaran hal ini masih diragukan.
Mahfum adanya ketika kemudian seorang gay merahasiakan umur yang sebenarnya dengan menyebutkan digit angka yang lebih muda ketika ditanya perihal usia. Seorang teman yang berumur akhir kepala dua pernah mendapatkan pengalaman kurang mengenakkan tentang hal ini. Diceritakan ia tengah chatting dan ketika dia ditanya tentang usia dan dijawab 29 tahun, sang teman chatting berkata, "Udah tua ya? Sorry, gue nyari yang muda." Damn! Jujur, dari penampilannya, sang teman tidak terlihat terlalu tua. Untuk ukuran pria 29 tahun, dia masih terlihat segar dan bisa saja disebut 25 atau 26 tahun. Sedikit korupsi umur tidak mengapa. Toh, ini tidak terdengar seperti sensus penduduk atau semacamnya. Dan seperti telah dinyatakan sebelumnya bahwa kebanyakan gay memang telah men-discount umurnya ketika berkenalan dengan seorang teman gay.
Apakah kemudian hal ini membuat gay terobsesi dengan kemudaan dan mengidap gerascophobia atau fobia tua? Mungkin tidak sampai sejauh itu. Tapi yang jelas, seorang gay akan berusaha mempertahankan kemudaannya dengan berbagai cara semisal pemakaian produk perawatan tubuh serta mengenakan pakaian yang bernuansa muda. Kalau dilihat ke dalam kamarnya, seorang gay pasti memiliki aneka face-cream yang berfungsi untuk meremajakan kulit baik yang bermerek dan mahal harganya ataupun yang tidak jelas labelnya dan harganya 5 kali lipat lebih murah. Dalam hal pakaian, seorang gay sangat anti mengenakan setelah kemeja dan celana bahan. Pakaian seperti ini diyakini hanya akan dipakai oleh laki-laki yang berusia 30 tahun ke atas. Karenanya, dalam lemarinya, seorang gay mengoleksi t-shirt aneka warna, bentuk, dan gambar-sablonan agar ia terlihat muda. Kemeja-kemeja ini akan ia padukan dengan jeans aneka bentuk dan warna.
Jadi, terjemahan statement pembuka artikel ini adalah bahwa ketika seorang gay berusia 26 tahun, maka ia akan menyembunyikan 1 tahun usia sebenenarnya ketika berkenalan. Ketika seorang gay berusia 27 tahun, maka ia akan menyembunyikan 2 tahun usia sebenenarnya ketika berkenalan. Ketika seorang gay berusia 28 tahun, maka ia akan menyembunyikan 3 tahun usia sebenenarnya ketika berkenalan. Dan demikian seterusnya sehingga selamanya ia akan berkata, "Umurku 25 tahun." kepada kenalannya.
Well, anything to keep you fabulous...
Monday, November 23, 2009
ENAM KESALAHAN SAAT KENCAN SATU MALAM
Gay mana yang tidak pernah melakukan kencan satu malam atau biasa disebut ONS (one nite stand/sex). Kalau mau jujur, malah mungkin bisa dibilang sebagaian besar kehidupan seks kaum homoseksual diwarnai ONS. Well, siapa yang bisa menyalahkan seseorang yang berusaha menikmati hidupnya (baca: memuaskan hasrat seksualnya) tanpa harus diribetkan oleh tetek bengek komitmen dan tanggung jawab? Apakah dengan demikian, secara otomatis kehidupan seksual para gay (dengan ONS-nya) senantiasa indah tanpa masalah? Ternyata tidak.
Rutinitas ONS kadang bisa juga menyebalkan dan tidak jarang membuat marah. Bagaimana tidak, ritual ONS yang seharusnya dibuat simpel, oleh sebagaian gay dibuat ribet. Beberapa hal yang tidak seharusnya dilakukan atau dikatakan saat ONS, entah sengaja atau tidak, dilakukan sehingga hal tersebut merusak keindahan ONS. Paling tidak, ada enam hal menyebalkan yang dapat merusak mood saat ONS, yaitu...
Pertama, tidak terlebih dahulu diawali dengan saling tukar foto. Ini sangat penting untuk menghindari kekecewaan keduabelah pihak menakalah teman kencan tidak sesuai dengan selera. Ketika hal ini terjadi, sebagian gay pengecut memilih diam-diam kabur meninggalkan teman kencannya. Sungguh sebuah perbuatan tidak tepuji. Kalau memang tidak selera, alangkah lebih baiknya kita mencari alasan untuk tidak melanjutkan kencan. Entah dengan menyuruh teman menelpon mengabarkan seolah-olah ada hal penting yang harus dilakukan atau berpura-pura di rumah ada saudara yang sedang berkunjung. Terdengar murahan memang tapi hal ini lebih baik daripada bertingak pengecut seperti tersebut di atas.
Kedua, basa-basi yang tidak perlu atau bahkan obrolan showing-up membosankan. Memang, basa-basi diperlukan tapi hal itu hendaknya tidak menghabiskan durasi yang lebih lama dibandingkan inti pertemuan tersebut yaitu seks. Sebagaian gay mengisi ritual basa-basi ini dengan mengisahkan kelebihan di dirinya seperti memamerkan kampus favorit tempanya kuliah, orang tua yang melimpahinya dengan uang saku berlebih, serta pacar tampan dan setianya yang toh ia sendiri tidak bisa berlaku setia kepadanya. Well, ini juga tidak diperlukan mengingat ini tidak terdengar seperti kita akan menikah atau semacamnya.
Ketiga, mengajak hang-out dengan teman-temannya. Ketika berkunjung ke tempat partner ONS, kadang kita menjumpai teman-teman partner ONS sedang berada di sana. Sekadar diperkenalkan dan basa-basi singkat tentu tidak akan menjadi masalah. Namun ketika mereka tidak kunjung enyah dan malah berlama-lama di sana, tentu ini akan menjadi masalah. Apalagi masalahnya kalau tidak ada kesempatan berdua untuk segera melakukan seks. Bagi gay yang gemar sex-party, hal ini bisa dimanfaatkan untuk memuaskan birahi dengan beberapa pria sekaligus. Namun bagi gay yang menabukan hal tersebut, segeralah minta kejelasan mengenai kapan teman-teman tersebut pulang dan kapan waktu melakukan seksnya.
Keempat, pemutaran blue-film. Memang, ini tidak menjadi masalah bagi sebagian gay. Namun demikian, sebagian gay yang lain memiliki aturan tegas mengenai hal ini. Mereka tidak mau seks diawali dengan ritual menonton film porno karena secara tidak langsung hal tersebut mengatakan bahwa ia kurang bisa membangkitkan gairah si partner ONS. "Bagaimana kita tidak kesal, ia terangsang dengan para pemain film porno tersebut dan kita hanya dijadilan semacam pelampiasan terakhir saja. Sementara penisnya keluar-masuk di lubang anus kita, matanya tertuju dan membayangkan melakukan seks dengan para pemain bokep itu. It's disgusting!"
Kelima, menganggap benar perkataan cinta dan sayang yang diucapkan pasangan kencan saat melakukan seks. Ya, perkataan sayang dan cinta yang dikatakan seorang lelaki yang sedang penetrasi ataupun ejakulasi, sekali-kali tidak bisa dijadikan landasan kebenaran atas perasaan orang yang bersangkutan. Ini tidak lebih dari sekadar pemanis suasana bercinta. Karenanya, kalau pernyataan cinta dan sayang yang diucapkan tersebut tidak serta merta membuat mereka jadian.
Dan keenam, marah dan sewot manakah di kemudian hari sang teman kencan lupa nama kita karena tidak ia save di phone-booknya. Kalau hal ini terjadi, tidak usah diambil dalam hati. Cukup ingatkan dia dan tanyakan apakah masih mau kencan ulang. Ketika waktu dan kesempatan berdua matching, tidak ada salahnya mengatur janji bertemu. Kalau tidak, tinggal cari pasangan kencan yang lain. Mudah bukan?
Rutinitas ONS kadang bisa juga menyebalkan dan tidak jarang membuat marah. Bagaimana tidak, ritual ONS yang seharusnya dibuat simpel, oleh sebagaian gay dibuat ribet. Beberapa hal yang tidak seharusnya dilakukan atau dikatakan saat ONS, entah sengaja atau tidak, dilakukan sehingga hal tersebut merusak keindahan ONS. Paling tidak, ada enam hal menyebalkan yang dapat merusak mood saat ONS, yaitu...
Pertama, tidak terlebih dahulu diawali dengan saling tukar foto. Ini sangat penting untuk menghindari kekecewaan keduabelah pihak menakalah teman kencan tidak sesuai dengan selera. Ketika hal ini terjadi, sebagian gay pengecut memilih diam-diam kabur meninggalkan teman kencannya. Sungguh sebuah perbuatan tidak tepuji. Kalau memang tidak selera, alangkah lebih baiknya kita mencari alasan untuk tidak melanjutkan kencan. Entah dengan menyuruh teman menelpon mengabarkan seolah-olah ada hal penting yang harus dilakukan atau berpura-pura di rumah ada saudara yang sedang berkunjung. Terdengar murahan memang tapi hal ini lebih baik daripada bertingak pengecut seperti tersebut di atas.
Kedua, basa-basi yang tidak perlu atau bahkan obrolan showing-up membosankan. Memang, basa-basi diperlukan tapi hal itu hendaknya tidak menghabiskan durasi yang lebih lama dibandingkan inti pertemuan tersebut yaitu seks. Sebagaian gay mengisi ritual basa-basi ini dengan mengisahkan kelebihan di dirinya seperti memamerkan kampus favorit tempanya kuliah, orang tua yang melimpahinya dengan uang saku berlebih, serta pacar tampan dan setianya yang toh ia sendiri tidak bisa berlaku setia kepadanya. Well, ini juga tidak diperlukan mengingat ini tidak terdengar seperti kita akan menikah atau semacamnya.
Ketiga, mengajak hang-out dengan teman-temannya. Ketika berkunjung ke tempat partner ONS, kadang kita menjumpai teman-teman partner ONS sedang berada di sana. Sekadar diperkenalkan dan basa-basi singkat tentu tidak akan menjadi masalah. Namun ketika mereka tidak kunjung enyah dan malah berlama-lama di sana, tentu ini akan menjadi masalah. Apalagi masalahnya kalau tidak ada kesempatan berdua untuk segera melakukan seks. Bagi gay yang gemar sex-party, hal ini bisa dimanfaatkan untuk memuaskan birahi dengan beberapa pria sekaligus. Namun bagi gay yang menabukan hal tersebut, segeralah minta kejelasan mengenai kapan teman-teman tersebut pulang dan kapan waktu melakukan seksnya.
Keempat, pemutaran blue-film. Memang, ini tidak menjadi masalah bagi sebagian gay. Namun demikian, sebagian gay yang lain memiliki aturan tegas mengenai hal ini. Mereka tidak mau seks diawali dengan ritual menonton film porno karena secara tidak langsung hal tersebut mengatakan bahwa ia kurang bisa membangkitkan gairah si partner ONS. "Bagaimana kita tidak kesal, ia terangsang dengan para pemain film porno tersebut dan kita hanya dijadilan semacam pelampiasan terakhir saja. Sementara penisnya keluar-masuk di lubang anus kita, matanya tertuju dan membayangkan melakukan seks dengan para pemain bokep itu. It's disgusting!"
Kelima, menganggap benar perkataan cinta dan sayang yang diucapkan pasangan kencan saat melakukan seks. Ya, perkataan sayang dan cinta yang dikatakan seorang lelaki yang sedang penetrasi ataupun ejakulasi, sekali-kali tidak bisa dijadikan landasan kebenaran atas perasaan orang yang bersangkutan. Ini tidak lebih dari sekadar pemanis suasana bercinta. Karenanya, kalau pernyataan cinta dan sayang yang diucapkan tersebut tidak serta merta membuat mereka jadian.
Dan keenam, marah dan sewot manakah di kemudian hari sang teman kencan lupa nama kita karena tidak ia save di phone-booknya. Kalau hal ini terjadi, tidak usah diambil dalam hati. Cukup ingatkan dia dan tanyakan apakah masih mau kencan ulang. Ketika waktu dan kesempatan berdua matching, tidak ada salahnya mengatur janji bertemu. Kalau tidak, tinggal cari pasangan kencan yang lain. Mudah bukan?
Friday, October 30, 2009
WONDERING HOW?
Ini mungkin akan terkesan vulgar atau semacamnya. Namun demikian, penulis merasa berkewajiban menyampaikan informasi sekaligus edukasi kepada pembaca setia blog ini khususnya dan semua kaum gay pada umumnya. Well, here it is...
Kepada para top, pernahkah anda merasa ilfeel (atau mungkin lebih tepatnya gairah seksual ngedrop) ketika sedang asik penetrasi, tercium aroma tidak sedap dari lubang anus partner seks Anda? Kepada para bottom, pernahkan Anda merasa sudah memberishkan lubang anus dengan sebersih-bersihnya namun tetap saja ketika penis partner seks Anda dicabut, ia berlumuran cairan feses. Tentu saja, ini adalah tragedi paling memalukan dalam sex-record seorang bottom dan untuk menghibur diri dia akan berkata, "Itu kan resiko anal-sex. Kau memasukkan penis ke lubang feses. Kok masih jijik ketika penismu bersentuhan dengan feses. Hello..." Tentu saja, menghibur diri tidak akan melahirkan solusi.
Sebenarnya, banyak faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi. Kita tidak bisa hanya mengahkan bottom karena ia tidak membersihkan lubang anusnya terlebih dahulu sebelum melakukan seks. Sekali lagi, tidak! Sebelum melakukan seks, seorang bottom sudah ngeh dengan yang harus dilakukannya terlebih dahulu (membersihkan lubang anus) demi tercapainya kenikmatan seks bagi kedua belah pihak. Namun demikian, besar dan panjangnya ukuran penis pasangan seks terkadang membuat insiden ini tersebut terjadi.
Kondisi perut sang bottom (misal sedang menderita maag ataupun mencret) memang sangat mempengaruhi kebersihan anus. Bisa jadi, ketika ia membersihkan lubang anus memang rectumnya telah bersih. Namun aktivitas penetrasi yang diluar dugaan kadang menyebabkan reaksi dalam perutnya yang berakibat keluarnya sejumlah feses yang kemudian bercampur dengan cairan pelicin sehingga ketika dicabut, kondom yang dipakaikan di penis sang top berubah warna.
Kunci untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengetahui teknik pembersihan lubang anus yang baik dan benar. Para bottom di level beginer kadang merasa cukup dengan melakukan ritual BAB (Buang Air Besar) sebelum melakukan seks. Ya, bukankah setelah buang air bisar, ia akan membersihkan lubang anusnya bahkan dengan menggunakan sabun? Seandainya mereka tahu bahwa di dinding anus terkadang masih ada sisa feses yang menempel di dinding rectum dan hal itu tidak bisa dibersihkan dengan ritual cebok konvensional.
Karena itulah para bottom di level intermediate melakukan ritual cebok dengan memasukkan jari ke lubang anus untuk memastikan tidak ada feses yang tersisa pada dinding rectum. Untuk lebih memastikan bahwa rectumnya telah bersih, mereka juga menyemprotkan air tepat pada lubang anus dengan tujuan agar ada air yang masuk ke lubang dan akan dikeluarkan lagi bersama dengan sisa fases yang mungkin masih ada. Hal ini tidak dilakukannya satu kali tapi harus berkali-kali demi kepastian kebersihan rectum.
Apakah hal tersebut sudah dapat menjamin kebersihan anus sang bottom. Ternyata insiden masih bisa terjadi mengingat penetrasi oleh penis yang memiliki ukuran panjang akan menyebabkan feses yang masih terdapat pada sigmoid colon (sebuah ruas di atas rectum yang menyimpas feses yang belum siap dikeluarkan) akan turun akibat persentuhan dengan batang penis tersebut. Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan?
Para bottom di level advance telah mengetahui solusinya. Dalam ritual pembersihan anus, mereka memasukkan selang kecil (sesuai ukuran kran) ke dalam anusnya kemudian melalui selang tersebut air dialirkan. Emang bisa? Tentu saja hal ini dilakukan dengan diawali ritual seperti pada level ingermediate. Setelah lubang anus mulai terbuka setelah dimasuki jari, tiba giliran selang yang mengambil peran pembersihan. Seperti berkumur pada saat membersihkan sisa busa pasta gigi, ritual ini akan membuat air yang dialirkan dari kran ke lubang anus berputar membersihkan kotoran pada rectum sebelum akhirnya keluar lagi melalui lubang anus yang memang telah terbukan karena dimasuki selang dengan cara diejankan. Tentu, ritaul ini pun perlu dilakukan berulang demi memastikan kebersihan anus.
Hal tersebut dilakukan bintang film porno gay. Ya, kandang kita sering bertanya apakah mereka tidak merasa jijik saat melihat para bintang film porno tersebut dengan lahapnya menjilati (rimming) lubang anus bintang film porno lainnya. Well, sekarang kita tahu alasannya. So, have a nice try...
Kepada para top, pernahkah anda merasa ilfeel (atau mungkin lebih tepatnya gairah seksual ngedrop) ketika sedang asik penetrasi, tercium aroma tidak sedap dari lubang anus partner seks Anda? Kepada para bottom, pernahkan Anda merasa sudah memberishkan lubang anus dengan sebersih-bersihnya namun tetap saja ketika penis partner seks Anda dicabut, ia berlumuran cairan feses. Tentu saja, ini adalah tragedi paling memalukan dalam sex-record seorang bottom dan untuk menghibur diri dia akan berkata, "Itu kan resiko anal-sex. Kau memasukkan penis ke lubang feses. Kok masih jijik ketika penismu bersentuhan dengan feses. Hello..." Tentu saja, menghibur diri tidak akan melahirkan solusi.
Sebenarnya, banyak faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi. Kita tidak bisa hanya mengahkan bottom karena ia tidak membersihkan lubang anusnya terlebih dahulu sebelum melakukan seks. Sekali lagi, tidak! Sebelum melakukan seks, seorang bottom sudah ngeh dengan yang harus dilakukannya terlebih dahulu (membersihkan lubang anus) demi tercapainya kenikmatan seks bagi kedua belah pihak. Namun demikian, besar dan panjangnya ukuran penis pasangan seks terkadang membuat insiden ini tersebut terjadi.
Kondisi perut sang bottom (misal sedang menderita maag ataupun mencret) memang sangat mempengaruhi kebersihan anus. Bisa jadi, ketika ia membersihkan lubang anus memang rectumnya telah bersih. Namun aktivitas penetrasi yang diluar dugaan kadang menyebabkan reaksi dalam perutnya yang berakibat keluarnya sejumlah feses yang kemudian bercampur dengan cairan pelicin sehingga ketika dicabut, kondom yang dipakaikan di penis sang top berubah warna.
Kunci untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengetahui teknik pembersihan lubang anus yang baik dan benar. Para bottom di level beginer kadang merasa cukup dengan melakukan ritual BAB (Buang Air Besar) sebelum melakukan seks. Ya, bukankah setelah buang air bisar, ia akan membersihkan lubang anusnya bahkan dengan menggunakan sabun? Seandainya mereka tahu bahwa di dinding anus terkadang masih ada sisa feses yang menempel di dinding rectum dan hal itu tidak bisa dibersihkan dengan ritual cebok konvensional.
Karena itulah para bottom di level intermediate melakukan ritual cebok dengan memasukkan jari ke lubang anus untuk memastikan tidak ada feses yang tersisa pada dinding rectum. Untuk lebih memastikan bahwa rectumnya telah bersih, mereka juga menyemprotkan air tepat pada lubang anus dengan tujuan agar ada air yang masuk ke lubang dan akan dikeluarkan lagi bersama dengan sisa fases yang mungkin masih ada. Hal ini tidak dilakukannya satu kali tapi harus berkali-kali demi kepastian kebersihan rectum.
Apakah hal tersebut sudah dapat menjamin kebersihan anus sang bottom. Ternyata insiden masih bisa terjadi mengingat penetrasi oleh penis yang memiliki ukuran panjang akan menyebabkan feses yang masih terdapat pada sigmoid colon (sebuah ruas di atas rectum yang menyimpas feses yang belum siap dikeluarkan) akan turun akibat persentuhan dengan batang penis tersebut. Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan?
Para bottom di level advance telah mengetahui solusinya. Dalam ritual pembersihan anus, mereka memasukkan selang kecil (sesuai ukuran kran) ke dalam anusnya kemudian melalui selang tersebut air dialirkan. Emang bisa? Tentu saja hal ini dilakukan dengan diawali ritual seperti pada level ingermediate. Setelah lubang anus mulai terbuka setelah dimasuki jari, tiba giliran selang yang mengambil peran pembersihan. Seperti berkumur pada saat membersihkan sisa busa pasta gigi, ritual ini akan membuat air yang dialirkan dari kran ke lubang anus berputar membersihkan kotoran pada rectum sebelum akhirnya keluar lagi melalui lubang anus yang memang telah terbukan karena dimasuki selang dengan cara diejankan. Tentu, ritaul ini pun perlu dilakukan berulang demi memastikan kebersihan anus.
Hal tersebut dilakukan bintang film porno gay. Ya, kandang kita sering bertanya apakah mereka tidak merasa jijik saat melihat para bintang film porno tersebut dengan lahapnya menjilati (rimming) lubang anus bintang film porno lainnya. Well, sekarang kita tahu alasannya. So, have a nice try...
Thursday, October 29, 2009
HE’S JUST NOT THAT INTO YOU
Banyak kejutan yang dapat terjadi pada ritual kencan buta yang kerap dilakukan kaum gay. Ketika sedang beruntung, ia bisa saja mendapatkan pasangan kencan yang dari segi penampilan jauh lebih baik dari dirinya yang bahkan dirinya sendiri pun dibuat minder karenanya. Kalau sedang tidak beruntung, bukan hanya seks yang tidak ia dapatkan namun penderitaan tersebut masih harus ditambah dengan perlakuan tidak menyengankan dari sang teman kencan. Ya, sedikit banyak, faktor keberuntungan berperan dalam petualangan seks kaum homo.
Berbicara mengenai faktor keberuntungan, hal ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan faktor X. Seperti dalam setiap rumus, faktor X ini mencakup beragam aspek seperti tingkat kehornian kedua belah pihak, kadar keterpaksaan salah satu pihak, serta dorongan daripada-tidak-ML-sama-sekali dari salah satu atau kedua belak pihak. Tentu saja, ketiga faktor X tersebut tidak bisa dilepaskan dari variabel 'penampilan menarik' yang dimiliki masing-masing gay yang lebih mendominasi penilaian dan ketertarikan seorang gay untuk melakukan seks. But sometimes the three X factor do really help.
Masalah muncul ketika kemudian kedua probability (untung dan tidak untung) ini bercampur. Kok bisa? Well, dalam dunia gay, semua serba bisa. Bagaimana bisa? Ya, secara esensial, mungkin kita mendapatkan seks dari pasangan kencan namun demikian dia tidak terlalu antisias melakukannya. Kalau sudah demikian, apalagi yang dapat kita rasakan selain merasa diri hanya sebagai pelampiasan seks semata. Even though you're having sex, he's just not that into you.
Paling tidak, ada 4 ciri yang menandakan bahwa seorang gay tidak terlalu tertarik dengan pasangan kencannya meski kemudian mereka melakukan seks. Saran penulis, do not take it too personal. Just do and enjot it. Berikut ke-4 ciri terbut.
Cenderung Diam
Meski karakter seorang manusia cenderung pendiam, namun ketika dia menyukasi seseorang dia akan berusaha mencari bahan obrolan. Lebih jauh, orang yang menyukai teman kencannya akan menggali detil informasi tentang teman kencannya tersebut. Ketika hal tersebut tidak dilakukan, maka persiapkan mental anda untuk menalukan seks sekadar seks. Alib-alih memunculkan ide pembicaraan, orang yang tidak terlalu menyukai teman kencannya akan menjawab pertanyaan yang diajukan dengan singkat, to the point tanpa memberikan ruang kepada si penanya untuk bertanya lebih jauh.
Sibuk Ber-SMS Ria
Ini adalah bahasa tubuh yang amat kentara merefleksikan keengganan si empunya perilaku untuk berinteraksi dengan teman kencannya. Ia lebih memilih sibuk dengan temannya di seberang sana daripada melayani obrola teman kenyannya. Selain itu, perilaku ini dapat pula disimpulkan sebagai show-off bahwa yang bersangkutan adalah orang yang populer, banyak teman dan banyak dibutuhkan oleh orang. Menghadapi orang seperti ini harus dibalas dengan perilaku serupa agar matanya terbuka bahwa dia bukanlah satu-satunya pusat perputaran dunia.
No Kiss
Seperti telah disebutkan sebelumnya, gay bisa saja malkukan seks meski dia tidak terlalu suka dengan pasangan kencannya. Indikasi nyatanya adalah dengan tidak adanya ciuman sebagai fore-play. Untuk menjaga harga diri agar tidak jatuh di hadapan gay jenis ini adalah dengan tidak menuntutnya terlalu banyak. Ok, mungkin dia tidak mau bibirnya kita jelajahi namun demikian area selangkangannya akan selalu terbuka lebar untuk kita telusuri. Di sinilah kita bisa unjuk kebolehan dengan memberikan service oral terbaik agar meski tidak mau dicium bibir tapi dia mengakui kelihaian bibir dan lidah kita.
Mendiamkan SMS atau Telepon
Kepada mereka yang just-not-that-into-you, kita tidak diperbolehkan mengharapkan adanya kencan lanjutan. Jangan sekali-kali berkata, "Jangan kapok datang dan lain kali ke sini lagi, ya." Jangan! Mengapa? Jangan berharap SMS kita dibalas atau telepon kita diangkat karena bisa jadi sesaat setelah berpisah dia telah menghapus nomor kita. Jangan aneh ketika kemudian kita menelpn dia akan bertanya, "Ini siapa, ya?" Mengantisipasi kekecawaan seperti tersebut, sebaiknya kita juga melakukan hal yang sama. Segera delet nomornya dari phone-book HP.
Berbicara mengenai faktor keberuntungan, hal ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan faktor X. Seperti dalam setiap rumus, faktor X ini mencakup beragam aspek seperti tingkat kehornian kedua belah pihak, kadar keterpaksaan salah satu pihak, serta dorongan daripada-tidak-ML-sama-sekali dari salah satu atau kedua belak pihak. Tentu saja, ketiga faktor X tersebut tidak bisa dilepaskan dari variabel 'penampilan menarik' yang dimiliki masing-masing gay yang lebih mendominasi penilaian dan ketertarikan seorang gay untuk melakukan seks. But sometimes the three X factor do really help.
Masalah muncul ketika kemudian kedua probability (untung dan tidak untung) ini bercampur. Kok bisa? Well, dalam dunia gay, semua serba bisa. Bagaimana bisa? Ya, secara esensial, mungkin kita mendapatkan seks dari pasangan kencan namun demikian dia tidak terlalu antisias melakukannya. Kalau sudah demikian, apalagi yang dapat kita rasakan selain merasa diri hanya sebagai pelampiasan seks semata. Even though you're having sex, he's just not that into you.
Paling tidak, ada 4 ciri yang menandakan bahwa seorang gay tidak terlalu tertarik dengan pasangan kencannya meski kemudian mereka melakukan seks. Saran penulis, do not take it too personal. Just do and enjot it. Berikut ke-4 ciri terbut.
Cenderung Diam
Meski karakter seorang manusia cenderung pendiam, namun ketika dia menyukasi seseorang dia akan berusaha mencari bahan obrolan. Lebih jauh, orang yang menyukai teman kencannya akan menggali detil informasi tentang teman kencannya tersebut. Ketika hal tersebut tidak dilakukan, maka persiapkan mental anda untuk menalukan seks sekadar seks. Alib-alih memunculkan ide pembicaraan, orang yang tidak terlalu menyukai teman kencannya akan menjawab pertanyaan yang diajukan dengan singkat, to the point tanpa memberikan ruang kepada si penanya untuk bertanya lebih jauh.
Sibuk Ber-SMS Ria
Ini adalah bahasa tubuh yang amat kentara merefleksikan keengganan si empunya perilaku untuk berinteraksi dengan teman kencannya. Ia lebih memilih sibuk dengan temannya di seberang sana daripada melayani obrola teman kenyannya. Selain itu, perilaku ini dapat pula disimpulkan sebagai show-off bahwa yang bersangkutan adalah orang yang populer, banyak teman dan banyak dibutuhkan oleh orang. Menghadapi orang seperti ini harus dibalas dengan perilaku serupa agar matanya terbuka bahwa dia bukanlah satu-satunya pusat perputaran dunia.
No Kiss
Seperti telah disebutkan sebelumnya, gay bisa saja malkukan seks meski dia tidak terlalu suka dengan pasangan kencannya. Indikasi nyatanya adalah dengan tidak adanya ciuman sebagai fore-play. Untuk menjaga harga diri agar tidak jatuh di hadapan gay jenis ini adalah dengan tidak menuntutnya terlalu banyak. Ok, mungkin dia tidak mau bibirnya kita jelajahi namun demikian area selangkangannya akan selalu terbuka lebar untuk kita telusuri. Di sinilah kita bisa unjuk kebolehan dengan memberikan service oral terbaik agar meski tidak mau dicium bibir tapi dia mengakui kelihaian bibir dan lidah kita.
Mendiamkan SMS atau Telepon
Kepada mereka yang just-not-that-into-you, kita tidak diperbolehkan mengharapkan adanya kencan lanjutan. Jangan sekali-kali berkata, "Jangan kapok datang dan lain kali ke sini lagi, ya." Jangan! Mengapa? Jangan berharap SMS kita dibalas atau telepon kita diangkat karena bisa jadi sesaat setelah berpisah dia telah menghapus nomor kita. Jangan aneh ketika kemudian kita menelpn dia akan bertanya, "Ini siapa, ya?" Mengantisipasi kekecawaan seperti tersebut, sebaiknya kita juga melakukan hal yang sama. Segera delet nomornya dari phone-book HP.
Wednesday, October 28, 2009
ROMANTISME DUNIA GAY
Romantisme adalah menu utama dalam setiap kisah percintaan. Kita telah menyaksikan berbagai romansa percintaan yang dituangkan dalam legenda, film, novel, atau bahkan lagu. Mulai dari mereka yang rela menyerahkan jiwa raga demi sang belahan jiwa, pencarian ke ujung dunia demi membuktikan cinta, serta keyakinan akan bersatunya cinta di kehidupan selanjutnya demi melihat kenyataan bahwa di kehidupan sekarang hal tersebut tidak mungkin diwujudkan. Ya, ya, ya. Begitulah romansa percintaan hetero. Bagaimana halnya dengan percintaan homo?
Tidak seperti percintaan hetero yang didominasi romansa di luar logika, romantisme percintaan gay lebih membumi pada realita dan fakta-fakta yang terjangkau logika. Ketika Anda menjadi gay, jangan berharap sang pacar dapat pada malam minggu dengan membawakan sebuket bunga. Jangan pula mengidamkan statement "cinta sehidup semati" atau "tidak bisa hidup tanpa cinta" keluar dari pulut sangan homomu. Lalu, apa yang yang menjadi simbol romantisme percintaan gay?
Ketika seorang top berkata kepada pasangannya bahwa dia telah menyiapkan kondom plus pelicin sebelum mereka bercinta, di mata seorang bottom, tindakan tersebut dinilai romantis. Ya, Anda tentu tahu bahwa lebih sering seorang bottom menyediakan kondom dan pelicin dari pada seorang top meski dialah yang mengenakan peralatan seks tersebut. Karenanya, ketika seorang top melakukan hal tersebut, maka seorang bottom merasa dihargai dan dilindungi. Bagaimana tidak, ketika seorang bottom yang membawa kondom, hal tersebut melambangkan bahwa dirinya sendirilah yang berusaha melindungi diri dari terjangkitnya penyakit menular seksual sementara pasangan topnya bisa dinilai tidak peduli akan hal itu.
Pagutan mesra di bibir yang dilakukan seorang top ketika pasangan bottomnya ejakulasi juga dapat dinilai sebagai tindakan romantis. Ini menandakan bahwa setelah dirinya ejakulasi, seorang top tidak egois dengan meninggalkan begitu saja pasangan bottomnya. Mengapa ciuman pada saat ejakusi dinilai lebih romantis dibanding ciuman pada saat foreplay? Ini melambangkan kehadiran pasangannya pada momen-moment penting. Kalau dalam dunia hetero, mungkin hal ini diterjemahkan dari adanya sang suami disisi istri ketika melahirkan. Tidak persis sama memang, tapi begitulah kurang lebih.
Dalam percintaan hetero, ketika seorang lelaki ingin menjalin hubungan yang serius seorang perempuan, maka ia akan memperkenalkan diri kepada keluarga si perempuan. Nah di dalam percintaan hetero keseriusan tersebut ditunjukan dengan memperkenalkan sang pacar kepada teman satu genk. Ketika sang pacar bisa melebur dalam genk kita (atau sebaliknya) maka hal tersebut bisa dikatakan romantis. Terlebih ketika sang pacar mendapat credit-point dari teman-teman satu genk entah karena dia enak diajak ngomong, pendengar yang baik, atau bisa memberikan solusi atas curhatan temen-temenmu.
Tentu saja, strata teratas tindakan romantis yang dilakukan seorang gay adalah kemampuan dia untuk setia pada pasangannya. Mengingat kesetiaan adalah sesuatu yang jarang dan sulit dilakukan dalam dunia gay, hal ini membuat orang yang mampu melakukannya akan mendapatkan poin tertinggi dalam klasifikasi tindakan romantis yang dilakukan dalam percintaan hetero.
Bagaimana? Masih berpikir bahwa tidak tersisa ruang romantis dalam dunia percintaan kaum gay? Well, think again.
Tidak seperti percintaan hetero yang didominasi romansa di luar logika, romantisme percintaan gay lebih membumi pada realita dan fakta-fakta yang terjangkau logika. Ketika Anda menjadi gay, jangan berharap sang pacar dapat pada malam minggu dengan membawakan sebuket bunga. Jangan pula mengidamkan statement "cinta sehidup semati" atau "tidak bisa hidup tanpa cinta" keluar dari pulut sangan homomu. Lalu, apa yang yang menjadi simbol romantisme percintaan gay?
Ketika seorang top berkata kepada pasangannya bahwa dia telah menyiapkan kondom plus pelicin sebelum mereka bercinta, di mata seorang bottom, tindakan tersebut dinilai romantis. Ya, Anda tentu tahu bahwa lebih sering seorang bottom menyediakan kondom dan pelicin dari pada seorang top meski dialah yang mengenakan peralatan seks tersebut. Karenanya, ketika seorang top melakukan hal tersebut, maka seorang bottom merasa dihargai dan dilindungi. Bagaimana tidak, ketika seorang bottom yang membawa kondom, hal tersebut melambangkan bahwa dirinya sendirilah yang berusaha melindungi diri dari terjangkitnya penyakit menular seksual sementara pasangan topnya bisa dinilai tidak peduli akan hal itu.
Pagutan mesra di bibir yang dilakukan seorang top ketika pasangan bottomnya ejakulasi juga dapat dinilai sebagai tindakan romantis. Ini menandakan bahwa setelah dirinya ejakulasi, seorang top tidak egois dengan meninggalkan begitu saja pasangan bottomnya. Mengapa ciuman pada saat ejakusi dinilai lebih romantis dibanding ciuman pada saat foreplay? Ini melambangkan kehadiran pasangannya pada momen-moment penting. Kalau dalam dunia hetero, mungkin hal ini diterjemahkan dari adanya sang suami disisi istri ketika melahirkan. Tidak persis sama memang, tapi begitulah kurang lebih.
Dalam percintaan hetero, ketika seorang lelaki ingin menjalin hubungan yang serius seorang perempuan, maka ia akan memperkenalkan diri kepada keluarga si perempuan. Nah di dalam percintaan hetero keseriusan tersebut ditunjukan dengan memperkenalkan sang pacar kepada teman satu genk. Ketika sang pacar bisa melebur dalam genk kita (atau sebaliknya) maka hal tersebut bisa dikatakan romantis. Terlebih ketika sang pacar mendapat credit-point dari teman-teman satu genk entah karena dia enak diajak ngomong, pendengar yang baik, atau bisa memberikan solusi atas curhatan temen-temenmu.
Tentu saja, strata teratas tindakan romantis yang dilakukan seorang gay adalah kemampuan dia untuk setia pada pasangannya. Mengingat kesetiaan adalah sesuatu yang jarang dan sulit dilakukan dalam dunia gay, hal ini membuat orang yang mampu melakukannya akan mendapatkan poin tertinggi dalam klasifikasi tindakan romantis yang dilakukan dalam percintaan hetero.
Bagaimana? Masih berpikir bahwa tidak tersisa ruang romantis dalam dunia percintaan kaum gay? Well, think again.
Subscribe to:
Posts (Atom)
